Kewirausahaan Yadul ‘Ulya di Tengah Kepungan Pandemi

0
14 views
Menggeliat di tengah keparat pandemi maut.
Wisata Edukasi Kampung Domba di Ponpes Yadul ‘Ulya.

“Menggeliat di Tengah Kepungan Keparat Pandemi Maut”

Garut News ( Rabu, 30/09 – 2020 ).

Kewirausahaan Ponpes Yadul ‘Ulya Garut terus menggeliat kendati di tengah kepungan wabah keparat pandemi maut, yang berdasar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ada 7.838 warga kabupaten ini terpapar.

Hingga, Rabu (30/09-2020) Pukul 10:41:06 WIB, terdiri 247 terkonfirmasi positif, 0 kasus  Probable 0, Suspeck 3,045, dan Kontak Erat 4.546 kasus.

Bahkan, positif predator Covid-19 di Kabupaten Garut merenggut nyawa satu pasien, Selasa (29/09-2020), perempuan 60 tahun Banyuresmi (KC-222) setelah dirawat isolasi di RSU dr Slamet, dinyatakan positif wabah pandemi sejak, Sabtu (26/09/2020).

Sedangkan sehari sebelumnya, laki-laki 41 asal Leuwigoong terkonfirmasi positif Covid (KC-242) juga tewas. Sehingga keseluruhan pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut meninggal dunia menjadi 12 orang.

Selain itu, terinfeksi positif Covid-19 pun cenderung terus meningkat ditemukannya empat kasus baru asal tiga kecamatan. Terdiri laki-laki (KC-245) 54 tahun dari Karangtengah, perempuan (KC-246) 50 tahun dari Balubur Limbangan, dan perempuan (KC-247) 59 tahun dari Tarogong Kidul.

Kasus positif lainnya, perempuan (KC-244) 49 tahun juga dari Tarogong Kidul.  Maka totalitas positif Covid-19 di kabupaten ini menjadi 247 kasus.

Positif Covid-19 masih diisolasi perawatan di RSUD dr Slamet Garut kini menjadi 54 pasien, dan 11 pasien lainnya isolasi mandiri. Lantaran keseluruhan terinfeksi positif dinyatakan sembuh hingga pukul 21.00 WIB tercatat menjadi 170 orang.

“KBM Jarak Jauh”

H. Totong.

Dalam pada itu, Disdik Garut pun menggelar kegiatan belajar mengajar jarak jauh melalui siaran televisi (TV) lokal.

“Kita mulai berlakukan pembelajaran jarak jauh memanfaatkan stasiun TV lokal,” ujar Kepala Disdik Totong, Selasa.

Dikatakan, sistem pembelajaran jarak jauh tersebut saban Senin hingga Jum’at selama delapan jam sejak pukul 08.00 WIB bermateri pelajaran tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.

“Jadwalnya dimulai PAUD, TK, SD dan SMP, disampaikan langsung guru yang disiarkan melalui TV,” katanya.

Belajar jarak jauh menggunakan siaran TV lokal itu mengatasi pembelajaran berbasis internet tak semua siswa memiliki perangkat kegiatan belajar mengajar secara daring.

Diharapkan memberikan manfaat bagi seluruh siswa, bisa diakses mudah dan murah melalui perangkat TV di rumah masing-masing.

“Baru 40 persen bisa belajar daring, maka belajar menggunakan TV diharapkan semua bisa tersentuh pembelajaran, dan menyaksikan guru menerangkan,” katanya pula.

Radius jangkauan siarannya, cukup luas tersiarkan di perkotaan maupun pinggiran Garut, sedangkan pada wilayah selatan masih ada hambatan.

Direncanakan, Pemkab Garut memanfaatkan kembali siaran TV lokal di wilayah selatan agar sistem belajar jarak jauh tersebut bisa dirasakan masyarakat. Rencananya ada TV di selatan, kita persiapka siaran di daerah selatan. Dilakukan swadaya dengan sponsor.

******

Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here