Kesibukan Petugas Kebersihan Kian Meningkat

0
16 views
Pemulung Mengais maupun Memilah dan Memilih Jenis Sampah.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut news ( Kamis, 14/07 – 2017 ).

Pemulung Mengais maupun Memilah dan Memilih Jenis Sampah.
Pemulung Mengais maupun Memilah dan Memilih Jenis Sampah.

– Mulai awal Puasa Ramadlan hingga beberapa hari setelah Lebaran Idul Fitri 1437 H/2016 ini, malahan menjadikan petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Garut, kian meningkat kesibukannya.

Lantaran terjadi peningkatan volume sampah rata-rata mencapai 20 persen setiap hari dibandingkan hari biasa.

“Hari biasa volume sampah terangkut ke TPA sekitar 120 ton per hari. Namun pada Ramadlan hingga Lebaran, volumenya mencapai sekitar 150 ton per hari,” ungkap Kepala DLHKP Aji Sukarmaji, Kamis (14/07-2016).

Sampah terlayani armada angkutan sampah sejauh ini masih seputar kawasan perkotaan, meliputi Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, sebagian Tarogong Kaler, Cilawu, dan sebagian Kecamatan Banyuresmi. Jenis sampahnya didominasi sampah domestik rumah tangga, sampah pasar, serta pembungkus makanan/minuman.

Dikatakan, meningkatnya volume sampah tersebut terbilang lumrah, sejalan meningkatnya jumlah pendatang ke Garut berikut pola konsumsi masyarakat yang meningkat.

Berdasar kasat mata, peningkatan volume sampah tak hanya terdapat di lingkungan permukiman penduduk, melainkan juga di pusat keramaian, jalan raya, dan kawasan objek wisata.

Mengantisipasi tak terangkutnya sampah, sistem rotasi pengambilan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) diintensifkan. Terutama pada malam takbiran, puncak peningkatan volume sampah di perkotaan.

Namun, penarikan sampah terkendala kondisi arus lalu lintas padat, dan kerap mengalami kemacetan. Sehingga tak jarang penarikan sampah dari beberapa titik TPS pun terganggu atawa mengalami keterlambatan.

Diperparah jumlah armada mobil pengangkut sampah hanya 35 unit, saat ini dinilai masih kurang dibandingkan kebutuhan.

“Hanya ada 35 unit mobil pengangkut sampah, dan ini masih kurang. Kondisi lalu lintas juga sering macet dan membuat mobil pengangkut sampah terjebak hingga berjam-jam,” katanya.

Dia mengingatkan masyarakat agar membuang sampah tepat waktu, dan tepat tempat. Sebab hingga kini kesadaran masyarakat terkait penanganan sampah masih belum sesuai harapan.

Peningkatan volume sampah diduga lebih besar lagi jika ditambah dengan peningkatan volume sampah di luar kawasan perkotaan. Termasuk di puluhan objek wisata, tak termasuk objek layanan pengangkutan sampah DLHKP.

“Lucu juga. TPA itu memang ada di Kecamatan Banyuresmi. Tetapi layanan angkutan sampah belum masuk ke daerah Bagendit. Maka penarikan sampah ke TPA, kita yang mengajukannya ke DLHKP,” ungkap pengelola Situ Bagendit Heri Restu Heryanto.

*********

( nz, jdh ).