Kesenjangan di Garut Kian Menipis

Kesenjangan di Garut Kian Menipis

874
0
SHARE
Resto Camping Ground D'Leuwi Kampung Panawuan Tarogong Kidul.
Wisata Islami Camping Ground D’Leuwi Kampung Panawuan Tarogong Kidul.

“Gini Rasio Turun Jadi 0,302”

Garutnews ( Jum’at, 03/02 – 2023 ).

Oleh : Tatan Taryana, SP

Fenomena ketimpangan distribusi pendapatan masih merupakan persoalan komplek dihadapi Negara maupun Bangsa Indonesia. Demikian pula pada skala lebih kecil, persoalan ini juga dihadapi setiap kabupaten/kota di Nusantara.

Angka rasio ketimpangan pengeluaran penduduk pada 2022 di Kabupaten Garut mengalami penurunan, diukur gini rasio menunjukkan angka 0,302. Ini menunjukan angka lebih baik dibandingkan dengan tiga tahun silam.

Lantaran semakin membaiknya perekonomian masyarakat kabupaten setempat sejak terjadinya pandemi COVID–19. Sehingga sektor-sektor perekonomian di kabupaten itu mulai menggeliat kembali beraktivitas normal.

Geliat Ketiak Ema Ema, Dukung Ekonomi Garut.

“Menjadikan pendapatan meningkat, sehingga kesenjangan pendapatan pun semakin menurun”

Pasca berkurangnya pandemi, aktivitas perkenomian di kabupaten tersebut menjadi kembali bergairah. Di antaranya berlangsungnya kembali industri pariwisata sebagai salahsatu andalan kabupaten.

Menjadi pendukung menggeliatnya kembali pendapatan menjadikan tingkat gini rasio semakin menurun, pekerja sektor pariswisata pun beraktivitas lagi. Selain itu unsur penunjang pariwisata juga menampakan aktivitas normal.

Mie Ayam Camping Ground D’Leuwi Enak Dikonsumsi, dan Perlu.

Ditopang pula sektor industri kerajinan bergerak seiring meningkatnya permintaan cederamata dari wisatawan yang kian banyak berdatangan.

Berdasar Data Badan Pusat Statistik pada 2020 angka gini ratio di kabupaten ini menunjukkan 0,352. Angka yang relatif tinggi menyusul pada tahun terjadinya wabah COVID–19 sehingga banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja.

Banyak sektor usaha perorangan menghentikan produktivitasnya, berdampak pendapatan masyarakat semakin menurun, ketimpangan pendapatan pun kian tinggi.

Camping Ground D’Leuwi Dilintasi Sungai Cikamiri.

Namun seiring adaptasi kebiasaan baru dicanangkan pemerintah maka masyarakat kabupaten bisa melakukan penyesuaian tatanan kebiasaan anyar. Di antaranya mulai kembali beraktivitas pada sektor formal maupun informal.

Tumbuhnya banyak usaha baru menyesuaikan dengan kebiasaan baru turut membantu naiknya kembali perekonomian, salahsatunya munculnya usaha online, sejalan pula dengan peningkatan pendapatan masyarakat pada 2021.

“Mewujudkan angka gini rasio di Kabupaten Garut menurun menjadi 0,322 atau menurun dari angka 2021”

Rehat Sehat di Camping Ground D’Leuwi.

Pada 2022 pandemi semakin melandai, ditandai aktivitas masyarakat semakin mendekati masa normal, selain itu pemerintah mencabut status PPKM, beragam kegiatan masyarakat bekerja, dan berusaha menunjukan kenaikan signifikan.

Terbukti jumlah angkatan kerja berdasar data dari BPS pada Agustus mencapai 1,33 juta atau meningkat 130 ribu dibandingkan Agustus 2021, yang berdampak positif semakin menurunnya angka gini rasio bertengger pada 0,302.

Gini Rasio mendekati angka 0 mengindikasikan tingkat ketimpangan semakin rendah, sedangkan jika gini rasio mendekati angka 1 maka tingkat ketimpangan semakin tinggi.

Bupati di Camping Ground D’Leuwi.

Dengan semakin pulihnya ragam kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Garut diharapkan angka gini rasio di kabupaten ini kian rendah, sehingga tingkat pemerataan distribusi pendapatan semakin merata.

******

Penulis: Statistisi Ahli Pertama di BPS Kabupaten Garut, penduduk Permata Hijau Land, Sukagalih, Tarogong Kidul.

Ilustrasi : Fotografer Abah John.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY