Kerusakan Pintu Air Badama Mendesak Segera Diperbaiki

0
11 views
Agung P (Berhelm) Bersama Kamal.
Fungsi Pintu Air Menjadi Lumpuh Total.

“Bisa Tenggelamkan 504 Hektare Sawah”

Garut News ( Kamis, 05/09 – 2019 ).

Mencegah banjir besar pada musim penghujan berintensitas tinggi, maka kini kian mendesak segera diperbaikinya kerusakan pintu air Daerah Irigasi Badama Cikamiri di Kampung Pogor Cintarasa Samarang Garut, Jawa Barat.

Ketua RW. 07 di Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul, Kamal kembali mengingatkan jika terjadi banjir besar bisa menenggelamkan areal persawahan mencapai sekitar 504 hektare, yang tersebar di Kelurahan Sukajaya, Jayawaras, Jayaraga, Pataruman, Sukagalih, dan Desa Haurpanggung.

“Namun hingga kini kemungkinan dampaknya masih diterlantarkan meski kerusakannya sejak Maret 2018 silam, lantaran pencurian  ‘gearbox’  beserta as drat pintu air dan kelengkapannya, pada dua pintu air tersebut,” ungkap Kamal, Kamis (05/09-2019).

Padahal sumber resmi di Bidang Sumber Daya  Air   pada Dinas ‘Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang’ (PUPR) kabupaten setempat katakan, sejak lama diusulkan alokasi dana Rp200 juta untuk pengadaan kembali gearbox termasuk perbaikan pintu air.

Tetapi, masih belum jelas kepastian bisa dipenuhi atau tidaknya usulan ini. Termasuk belum ada jaminan kesejahteraan petugas penjaga pintu air, agar tak hanya mendapatkan upah sekedarnya dari kelompok P3A Mitra Cai.

Odi Ratma (77), ayah 15 anak yang kini memiliki lima cicit. Mulai 1973 hingga sekarang mewarisi pekerjaan orangtuanya (Ratma) sebagai penjaga pintu air sejak 1945 hingga 1973.

Pekerjaan turun temurun penjaga pintu air dijalani Odi bersama menantunya Agung Pertaka, masing-masing berupah Rp100 ribu setiap bulan bersumber dari iuran petani melalui P3A Mitra Cai, yang tak terjamin setiap bulan pembayarannya lancar.

Sedangkan dari Dinas PUPR sama sekali selama ini tak mendapatkan honorarium apapun, meski jarak tempuh dari rumah ke pintu air menelan waktu selama 30 menit dengan melintasi jalan setapak pematang areal persawahan.

Hilangnya gear box juga as drat pintu air dan kelengkapannya tersebut, diperkirakan berlangsung Sabtu tengah malam pada Maret 2018 silam.

Padahal setiap harinya dua kali, Odi mendatangi pintu air pada pagi dan sore. Bahkan jika hujan lebat tengah malam pun mendatanginya untuk menutup pintu ke daerah irigasi.

Odi Katakan pula, Perilaku Pencuri Sangat Menyesakkan Dada.

Di Kelurahan Sukajaya dijelaskan Kamal, selain berdampak pada sekitar 260 hektare sawah juga 800 kepala keluarga atau sekitar 2.400 penduduk di kelurahannya sempat tak bisa mendapatkan pasokan air di sejumlah MCK.

******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here