Kerugian Terdampak Amuk Cimanuk Capai Rp288 Miliar

0
36 views
Masih Tempati Pemukiman Terdampak Bencana.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 19/10 – 2016 ).

Masih Tempati Pemukiman Terdampak Bencana.
Masih Tempati Pemukiman Terdampak Bencana.

Kerugian korban material terdampak amuk Sungai Cimanuk Garut, Jawa Barat, mencapai sekitar Rp288 miliar, berdasar penilaian “Badan Nasional Penanggulangan Bencana” (BNPB) lantaran rusaknya lima sektor terdiri permukiman, infrastruktur, sosial, ekonomi, dan lintas sektor.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, pada rilis tertulisnya, Selasa (18/10-2016) mengemukakan, sektor permukiman dengan subsektor perumahan dan prasarana lingkungan bernilai kerusakan dan kerugian sekitar Rp83 miliar.

Sehingga masalah sangat mendasar, berupa pendanaan terhadap proses rehabilitasi-rekonstruksi (rehab-rekon) itu,  Pemerintah Daerah memerkirakan skema pendanaan bersumber APBD serta APBN dengan jumlah dianggarkan bisa mencukupi total nilai kerusakan, dan kerugian.

Banyak Sisakan Puing Kehancuran.
Banyak Sisakan Puing Kehancuran.

Dikatakan, dunia usaha maupun Badan Usaha Milik Negara termasuk masyarakat bisa berperan mendukung proses rehab-rekon, seperti pascabencana Banjarnegara dan Purworejo. Dunia usaha dan masyarakat terbukti mampu memercepat proses rehab-rekon pascabencana.

Kemudian, pemahaman penduduk terdampak atau pun mereka berada di kawasan rawan sangat dibutuhkan guna memercepat proses rehab-rekon.

Pemerintah pusat berkomitmen penyediaan dua tower rumah susun berkapasitas masing-masing 70 kepala keluarga (KK), dan 50 unit dengan skema rumah khusus.

Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Harmensyah menekankan pada aspek build back better and safer. Konteks tersebut tak hanya dilihat pada aspek fisik atau struktur bangunan tetapi juga aspek sosial, seperti tak menimbulkan kecemburuan, dan prosesnya disinkronkan dengan kearifan lokal. Harmensyah mengemukakan,“Diperlukan kebijakan siapa akan menempati rumah susun dan rumah khusus.”

Berdasar Surat Keputusan Bupati, data pengungsi yang terdampak banjir bandang berjumlah 787 KK (2.525 jiwa) dan data rumah rusak berjumlah 2.529 unit dengan rincian 830 rusak berat, 473 rusak sedang, dan 1.226 rusak ringan.

Rehab-rekon pascabencana ini berlangsung selama tiga tahun, 2016 hingga 2018. Setelah tiga tahun, pembiayaan dianggarkan pada APBD Pemkab setempat.

Namun terbuka peluang bagi pelbagai pihak bersinergi memercepat proses rehab-rekon itu.

********

Pelbagai Sumber.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here