Kerugian Ekonomi Petani Garut Capai Rp120,977 Miliar

0
23 views
Diranggas Kekeringan.
Banyak Penduduk Desa di Pakenjeng Garut Juga Kesulitan Air Bersih.

“Kehilangan Penghasilan Petani Sebabkan Rawan Daya Beli”

Garut News ( Kamis, 29/08 – 2019 ).

Kerugian ekonomi petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, akibat kekeringan pada komoditas padi sawah, kedelai, dan komoditas jagung hingga 28 Agustus 2019 mencapai Rp120.977.233.675,-

Laporan Koordinator “Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan” (POPT) di kabupaten setempat Syarifudin didampingi stafnya Ahmad Firdaus, menyebutkan jenis tanaman padi sawah diterjang kekeringan akibat kemarau panjang mencapai 2.971 hektare. Seluas 1.679 hektare di antaranya mengalami gagal panen atau puso.

Sedangkan diranggas rusak berat 621 hektare, rusak sedang 377 hektare, serta rusak ringan 294 hektare, kemudian yang terancam 2.650 hektare. Total kerugiannya Rp80.399.334.675, dengan asumsi harga GKG Rp5.500 per kilogram dan produktivitas padi 5.921 kilogram per hektare.

Kekeringan tersebut melanda 280 desa pada 41 wilayah kecamatan, milik 118.840 ‘kepala keluarga’ (KK) petani dengan asumsi setiap hektare dimiliki 40 petani termasuk didominasi petani gurem.

Mereka menghidupi 475.360 anggota keluarga juga dengan asumsi setiap KK petani bertotal empat anggota keluarga, yang kini mereka berkondisi “kehilangan penghasilan, sehingga rawan daya beli”.

Kemudian kekeringan juga meranggas 1.602 hektare jenis tanaman jagung pada 53 desa, 1.196 hektare di antaranya gagal panen, dan 367 hektare terancam. Total kerugiannya Rp37.281.788.000 dengan asumsi harga PK Rp3.500 per kilogram, dan produktivitas jagung 7.558 kilogram per hektar.

Masing-masing tersebar di Kecamatan Pakenjeng, Karangpawitan, Wanaraja, Sucinaraja, Pangatikan, Sukawening, Karangtengah, Banyuresmi, Cibiuk, Selaawi, dan Kecamatan Malangbong.

Disusul kekeringan menerjang pula 313 hektare tanaman kedelai pada 14 desa di tujuh kecamatan, dengan 312 hektare gagal panen, dan satu hektare rusak ringan. Total kerugiannya Rp3.296.111.000 dengan asumsi harga BK Rp7.000 per kilogram dan produktivitas kedelai 1.508 kilogram per hektare.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here