Kerja Sama Lintas Negara Tekan Peredaran NPS

by

Jakarta, Garut News ( Kamis, 14/11 ).

A Day Gathering of BNN and Law Enforcement Liaison Officers (LO)
A Day Gathering of BNN and Law Enforcement Liaison Officers (LO). Foto : Humas dan Dokumentasi BNN.

Ancaman zat psikoaktif baru atawa “New Psychoactive Substances” (NPS) melanda seluruh negara di dunia.

Saat ini, jumlah NPS di dunia mencapai 251 jenis, sedangkan di Indonesia mencapai 24 jenis.

Banyaknya NPS beredar di Indonesia, menunjukkan geliat sindikat narkoba terus berupaya meracuni generasi bangsa dengan tetap menghindari jerat hukum di negeri tergolong sangat keras, dan berat pada para penjahat narkotika.

Seperti tertera Undang-Undang No. 35/2009 Tentang Narkotika, ancaman maksimal pelaku kejahatan narkotika golongan satu, baik tanaman dan bukan tanaman berupa hukuman mati.

Hingga kini, Indonesia masih menganut hukuman mati para pelaku kejahatan narkotika luar biasa atawa extraordinary crime.

Sedangkan, pelaku kejahatan atawa peredaran NPS belum bisa dikenakan hukuman berat.

Mengantisipasi upaya sindikat narkoba dibutuhkan kerja sama kuat antar negara.

Karena itulah, Kamis (14/11), BNN menggelar forum A Day Gathering of BNN and Law Enforcement Liaison Officers (LO) negara sahabat digelar di Jakarta, Kamis (14/11).

Melalui forum ini, isu ancaman zat psikoaktif baru dan masalah hukuman mati di Indonesia dibahas mendalam.

Permasalahan zat psikoaktif baru, sangat penting dibahas lantaran masing-masing negara menghadapi permasalahan dan penanganan NPS yang berbeda. Dalam forum inilah masing-masing negara bisa saling bertukar informasi, dan memelajari formulasi penanganan NPS yang ideal.

Sementara itu, isu hukuman mati juga tak kalah penting diulas, sehingga muncul persepsi atawa sudut pandang objektif dari negara-negara tak menganut hukuman tersebut.

Negara – Negara diundang pada A Day Gathering of BNN and Law Enforcement Liaison Officer antara lain Australia, Austria, Brasil, Brunei Darussalam, Bulgaria, China, Perancis, Iran, India, Jepang, Korea Selatan.

Disusul Laos, Malaysia, Maroko, Meksiko, Myanmar, Belanda, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Papua Nugini, Peru, Filipina, Portugal, Qatar, Rusia, Singapura, Afrika Selatan, Thailand, Timor Leste, Uni Emirat Arab.

Kemudian, Amerika, Arab Saudi, Vietnam, Jerman, Kanada, Venezuela, Spanyol, Turki, Kolombia, Sri Langka, Bangladesh, Afganistan, Mesir.

Kerja sama lintas negara, menjadi kunci penting menangkal ancaman sindikat narkoba.

Saat ini masalah narkoba dunia menunjukkan peningkatan serius, bukan hanya perkara peredaran NPS dan hukuman mati semata, tetapi ancaman kejahatan narkoba terkait kejahatan lainnya, seperti People Smuggling dengan narkoba, Arms Smuggling dengan narkoba, dan terrorism dengan narkoba atawa lebih dikenal Narco Terorism. 

Demikian Kabag Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News.

****** John.