Kereta Api Wahana Angkutan Massal Penumpang Umum

0
9 views

“Dipastikan Bisa Menanggulangi Kemacetan Arus Lalu lintas”

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 19/10 – 2014 ).

Lintasi Kesunyian.
Lintasi Kesunyian.

Kereta Api (KA), sejak dahulu diwujudkan antara lain guna memenuhi kebutuhan wahana angkutan massal penumpang umum, atawa barang dari suatu tempat menuju tujuan lokasi tertentu.

Ternyata fenomena tersebut, jika difungsikan maksimal juga terencana, terukur serta berkesinambungan, dipastikan bisa menanggulangi permasalahan kemacetan arus lalu lintas sepanjang lintasan ruas badan jalan raya.

Melintasi Ngarai dan Lembah.
Melintasi Ngarai dan Lembah.

Kemacetan¬† arus lalu lintas, yang kini nyaris kerap terjadi dimanapun bahkan kian “menggila”.

Padahal Kabupaten Garut, Jawa Barat, juga pernah menjadi nominasi pemilik lintasan jalan KA pada dataran tertinggi di negri Bernama Indonesia.

Lantaran titik lokasi Stasiun KA Cikajang terbaring bisu pada hamparan berketinggian 1.246 mdpl.

Menerobos Dimensi Waktu dan Jarak.
Menerobos Dimensi Waktu dan Jarak.

Sebagai terminal terakhir pemberhentian rangkaian gerbong kayu yang “dihela” lokomotif uap jenis CC50 berkekuatan 1.200 tenaga kuda.

Jenis lokomotif bernama “Paksengok”, demikian sebutan akrab penduduk Kampung Cikurantung Desa Padamukti Kecamatan Pasirwangi atawa pemekaran dari Kecamatan Samarang itu, bisa menarik rangkaian gerbong kayu berbobot total 1.300 ton.

Menerabas Lintasan.
Menerabas Lintasan.

Malahan bisa melaju 55 km per jam pada tikungan menukik sekalipun, didatangkan pada 1927 produk Werkspoor Belanda, serta Schweizerische Lokomotiv-und Maschinenfabrik Swiss.

Ternyata “Paksengok” lebih unggul melintasi Cibatu – Garut – Cikajang sejauh sekitar 46 km, sebab berbadan berat.

Dibandingkan lokomotif Diesel jenis CC200 produk General Electric 1953 kendati kapasitasnya 1.750 tenaga kuda.

 

Menembus Kabut Sutra Ungu.
Menembus Kabut Sutra Ungu.

Namun lintasan Garut-Cikajang resmi menjadi pupus September 1982, disusul kemudian Cibatu-Garut pun ditutup pada Desember tahun berikutnya.

Berdasar Perda Nomor 23/2011 Tentang “Rencana Tata Ruang Wilayah” (RTRW) Kabupaten Garut 2011-2031.

Terdapat “asa” atawa harapan terwujudnya kembali reaktivasi nostalgia beraktivitasnya lintasan KA Cibatu – Cikajang.

KA Melintas dari Jakarta Tujuan Kroya.
KA Melintas dari Jakarta Tujuan Kroya.
"Paksengok" (Foto : Istimewa).
“Paksengok” (Foto : Istimewa).

 

Tetapi hingga kini asa tersebut, masih timbul tenggelam juga sarat opini pro dan kontra, atawa kian samar nyaris menyerupai bayangan dan mimpi malam.

 

 

 

 

******