Kerap Banyak Wisatawan Terabas Penutupan TWA Papandayan

0
16 views

Garut News ( Selasa, 03/03 – 2015 ).

Porak-Poranda Terindikasi Kuat Dibakar Massa. (Foto : John Doddy Hidayat).
Porak-Poranda Terindikasi Kuat Dibakar Massa. (Foto : John Doddy Hidayat).

Meski “Taman Wisata Alam” (TWA) Kawah Gunungapi Papandayan Cisurupan di Kabupaten Garut dinyatakan ditutup, atawa tak boleh dikunjungi wisatawan.

Namun kerap banyak wisatawan maupun pengunjung nekat menerabas kawasan terlarang berkaldera terluas se- Asia Tenggara itu.

Daripada menghindar, justru pelarangan tersebut menjadikan mereka penasaran mengunjunginya. Seperti selama ini termasuk pada Sabtu dan Ahad (28/02-1/03-2015).

Mereka begitu leluasa memasuki kawasan dinyatakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar terlarang dikunjungi sejak 2 Februari 2015 itu.

Pengunjung juga bisa menyaksikan langsung portal masuk pelataran parkir berantakan. Kaca jendela Pos Penjagaan Pembayaran Tiket Masuk serta kaca-kaca jendela bangunan petugas hancur.

Sedikitnya sepuluh unit bangunan kios milik Pemprov Jabar, berjejer simetris sekitar lapang parkir pun rusak parah. Beberapa di antaranya terlihat bekas terbakar.

Justru kita jadi penasaran. Mengapa ditutup? Ada apa? ujar Hidayat (57), salah seorang pengunjung.

Puluhan pengunjung lainnya terus berjalan menuju kawasan kawah di arah barat lapang parkir, sembari menikmati suasana alam sekitar. Beberapa di antara pengunjung merupakan wisatawan mancanegara.

Tak terlihat seorang pun petugas atawa aparat berjaga-jaga sekitar TWA Papandayan ini. Beberapa pengunjung tampak didampingi sejumlah relawan.

Panorama alamnya indah dan menakjubkan. Mengapa ada banyak bangunan bekas terbakar api? tanya Hana, wisatawan asal Swedia.

Informasi dihimpun di lapangan, sarana bangunan BBKSDA di TWA Papandayan diduga dirusak massa sekitar tiga pekan lalu. Juga kios-kios aset Pemprov Jabar tersebut.

Diduga kuat aksi perusakan terkait penertiban terhadap sekitar 19 kios liar milikpenduduk kawasan TWA Papandayan, tepatnya sekitar areal parkir, bersamaan ditutupnya kawasan itu, sejak 2 Februari lalu.

Pos Petugas Diduga Kuat Dirusak Massa.
Pos Petugas BKSDA di Papandayan Diduga Kuat Dirusak Massa.

Padahal sebelumnya, rencana penertiban kios sempat dibahas dan disosialisasikan. Surat resmi peringatan bakal dibongkarnya kios pun diterbitkan pihak BBKSDA.

Namun sampai tiba penutupan kawasan, para pemilik kios bergeming. Sehingga pembongkaran paksa kios pun ditempuh.

Pembongkaran dilakukan masing-masing pemilik kios sendiri dengan disaksikan petugas BBKSDA.

Selain bangunan-bangunan kios, di sana juga terdapat bangunan kolam renang dinilai ilegal.

Kepala Seksi Wilayah V Garut pada BBKSDA Jabar Toni Ramdhani tak banyak berkomentar mengenai kejadian ini saat dikonfirmasi.

Begitu pun terkait masih banyaknya wisatawan dan warga nekat menerabas larangan kunjungan ke TWA dan Cagar Alam Papandayan berlaku hingga 31 Maret 2015.

Maaf, selama ini kami membuat daftar jaga. Petugas setiap harinya tiga orang. Saya tanyakan ke Kepala Resor bersangkutan, katanya singkat, Senin (02/03-2015).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengaku belum bisa bersikap atas kejadian tersebut. Khususnya menyangkut aktivitas kepariwisataannya.

Pihaknya menunggu hasil pengusutan atas indikasi perusakan dan pembakaran kios-kios dibangun Pemprov Jabar pada 1991 itu.

Jika tuntas, diagendakan langkah ke depannya bagaimana. Yang jelas, kita berharap ada multiplier effect bagi pengembangan perekonomian masyarakat sekitar.

Kendati selama ini sama sekali tak bisa jadi sumber PAD, lantaran dana tiket masuk ditangani dan dikelola BBKSDA langsung disetorkan ke pusat, katanya.

*******

Noel, Jdh.