Kepiting Perairan Mangrove Papua Menembus Kota Garut

0
304 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 28/11 – 2015 ).

Karaka.
Karaka.

Foto Berita Garut News akhir pekan ini, Sabtu (28/11-2015), menyajikan fenomena anyar berupa jenis Kepiting hitam atawa “Karaka” berasal dari perairan “mangrove” (hutan bakau-bakauan) Papua, kini mulai menembus pangsa pasar Kota Garut, Jawa Barat. 

Mata dagangan tersebut, dipasarkan pada kisaran harga Rp60 ribu hingga Rp65 ribu setiap kilogramnya.

Kepiting, yang dijajakan sederhana pada lintasan ruas badan jalan menghubungkan Kota Garut dengan Bandung, tepatnya pada lokasi seputar Kampung Tanjung itu. Berasal dari pedalaman hutan bakau pesisir Pantai Timika, dan Sorong.

Menyusul banyak di antara masyarakat nelayan asli Papua, malahan selama ini menggantungkan hidupnya mencari Karaka, selain sebagai nelayan pencari ikan.

Dipasarkan di Kota Garut Pada Kisaran Harga Rp60 ribu Hingga Rp65 ribu per kilogram.
Dipasarkan di Kota Garut Pada Kisaran Harga Rp60 ribu Hingga Rp65 ribu per kilogram.

Mereka itu, menangkap Karaka secara tradisional pada banyak lubang pohon bakau tumbuh subur sepanjang pesisir pantai, produk tangkapannya juga sangat memuaskan lantaran berukuran besar, dagingnya lebih lezat dibanding kepiting jenis lain berukuran kecil.

Daging Karaka mengandung lemak rendah (sekitar 1 gr / 100 gr) dan asam lemak jenuh rendah sekitar (0.1 gr / 100 gr), serta kaya kandungan zat omega – 3. Sehingga Karaka banyak diburu sebab lebih sehat ketimbang mengonsumsi daging ayam atau daging sapi berlebihan.

Karena itu, Penduduk Papua sangat menyukai Karaka sejak zaman dahulu (pembelajaran nenek moyang mereka). Tetapi kurangnya teknik pengelolaan Kepiting Karaka secara profesional di Indonesia (bahkan dari daerah asalnya Papua), berdampak pasokan Karaka hanya sebatas hasil tangkapan alam para nelayan kecil saja.

Bahkan masih kurangnya pembudidayaan Kepiting Karaka secara khusus oleh petani profesional, sebab banyak faktor seperti sifat liar hewan ini sulit ditangkar, dan lebih menyukai alam bebas, serta kurangnya pengetahuan penduduk setempat terhadap pengetahuan dasar tentang teknik budidaya.

Seorang Penjual Karaka Asal Lampung.
Seorang Penjual Karaka Asal Lampung.

Maka belum bisa memenuhi permintaan pasar di luar pulau secara besar-besaran, mereka hanya bisa memenuhi pesanan berjumlah kecil, itupun kudu memesan jauh – jauh hari agar para nelayan setempat menyempatkan menangkap Karaka.

Manfaat Karaka

1). Banyak mengandung zat protein sekitar 22 gr / 100 gr. Juga, kandungan asam amino tinggi setiap 100 gramnya mengandung glutamate sekitar 3474 mg, aspartat 2464 mg, arginin 1946 mg, lysine 1939 mg dan leusin 1768 mg.

2). Kaya asam lemak omega – 3. Sama dengan hasil hewani laut lainnya, daging kepiting banyak mengandung asam lemak omega – 3 yaitu sebesar 407 mg / 100 gr. 3). Tinggi kandungan vitamin B12. Kepiting kaya akan kandungan vitamin B12 yaitu sekitar 10,4 mcg / 100 mg.

Seorang Penduduk Tarogong Kaler, Garut, Memenuhi Kebutuhan Gizi Keluarga Dengan Memancing Jenis Ikan Nila di Kolam Miliknya, Sabtu (28/11-2015) Sore.
Seorang Penduduk Tarogong Kaler, Garut, Memenuhi Kebutuhan Gizi Keluarga Dengan Memancing Jenis Ikan Nila di Kolam Miliknya, Sabtu (28/11-2015) Sore.

Kandungan ini, dapat memenuhi kebutuhan harian keluarga terhadap asupan vitamin B12 sebesar 174 %. Juga kandungan niacin dan riboflavin di dalamnya cukup baik untuk menjaga kesehatan tubuh.

4). Kaya mineral zinc, copper dan selenium. Sebagai salah satu hewan hasil laut, kepiting kaya kandungan mineral yaitu untuk 100 gr kepiting mengandung selenium 48 mcg (68 % terhadap keperluan harian keluarga), copper 0,7 mg (37 % kebutuhan harian) dan zinc 5,5 mg (36 % kebutuhan harian).

5). Untuk cangkang kepiting lunak / soka, kulitnya jangan dibuang karena mengandung nilai nutrisi cukup tinggi, terutama zat chitosan, dan karotenoid biasanya banyak terdapat pada bagian cangkang kepiting.

6). Manfaat kandungan nutrisi dalam daging kepiting berupa protein berfungsi sebagai pembentuk enzim, pembentukan sel organ dan otot, pembentuk hormon, perbaikan sel rusak, pengatur metabolisme, dan pembentuk sistem kekebalan tubuh.

Kandungan vitamin B12 berfungsi menghasilkan energi dan pertumbuhan, meningkatkan metabolisme asam amino dan asam lemak, produksi sel darah merah, serta meningkatkan kesehatan syaraf dan kulit. Asam lemak omega – 3 berfungsi menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, ampuh mencegah penyakit kardiovaskular (jantung), meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi sistem syaraf dan kesehatan mata, serta meningkatkan kecerdasan otak jika diberikan sejak dini terhadap anak – anak.

Mineral selenium berperan bagus sebagai antioksidan mencegah kerusakan sel dari radikal bebas penyebab munculnya sakit kanker dan jantung. Selenium bisa berperan mencegah kanker disertai pengrusakan kromosom, dapat berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri, serta mencegah peradangan.

Mineral copper berfungsi sebagai komponen enzim redox, pembentukan sel darah merah, otot, syaraf, tulang dan otak, serta mencegah penyakit tulang dan syaraf. Mineral zinc berfungsi untuk komponen pembentuk enzim – enzim tubuh, sel darah merah, sistem kekebalan tubuh, mencegah pembesaran prostat, dan mencegah kerontokan rambut.

Kepiting paling enak dimasak dengan cara digoreng memakai minyak kelapa dalam jumlah banyak, hindari mengolahnya dengan cara direbus karena mengurangi kelezatan dari rasa daging kepiting itu sendiri.

Meski kepiting termasuk ke dalam salah satu hidangan seafood berasa sangat lezat, anda harus tetap berhati – hati mengkonsumsinya setiap hari, karena diketahui daging kepiting mengandung basa purin bisa meningkatkan kadar asam urat dalam darah sehingga berbahaya bagi mereka pengidap penyakit asam urat atau gout dianjurkan membatasi atau menghindari hidangan berbahan dasar kepiting, disamping itu kandungan kolesterol cukup tinggi sekitar 76 mg / 100 gr daging kepiting juga berpengaruh buruk terhadap kesehatan.

Sedangkan mengonsumsi kolesterol sehat per hari dianjurkan sekitar 300 mg. Sajian kepiting berukuran sedang setiap hari mencukupi asupan kesehatan, dan mencakup semua manfaat terhadap daging kepiting.

Perkembangan terakhir habitat di alam liar Papua mengalami kerusakan pengaruh pasca pembangunan mega proyek oleh British Petroleum membawa dampak signifikan terhadap kehidupan nelayan kecil pencari Kepiting Papua yaitu warga suku Sumuri, suku Wamesa, suku Irarutu, suku Sough, suku Kuri, suku Sebyar dan suku Moskona mendiami lokasi proyek di kawasan subur kabupaten Teluk Bintuni, distrik Sumuri, kampong Tofoi.

Penduduk setempat terpaksa mengubah matapencaharian mereka dari nelayan pencari kepiting menjadi petani penggarap kebun, ladang dan sawah (seperti dilansir dari penelitian ilmiah yang dilakukan Muhammad Syaiful Rohman tentang karya tulis berjudul Sabuk Hijau Teluk Bintuni, sebuah kajian etnografis tentang introduksi implementasi program pengurangan emisi karbon di kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Menyinggung sedikit permasalahan habitat Kepiting Papua dan hubungannya dengan matapencaharian warga setempat, sementara beberapa warga lainnya masih bertahan dengan pindah lokasi yaitu suku Sumuri, masih mencari kepiting liar untuk dijual pada beberapa pemasok besar atau pasar – pasar tradisional di lokasi lain, Kampung Onar Baru.

Peristiwa tersebut di atas mendapat perhatian khusus dari beberapa aktifis LSM di bidangnya maupun pemerintah setempat yaitu Provinsi Papua Barat di Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Teluk Bintuni dan Manokwari untuk lebih memperhatikan populasi Kepiting Karaka jumlahnya semakin menurun sebab kurang penanganan secara profesional dari ahlinya.

Padahal kelezatan, nilai gizi dan nilai jual dari kepiting jenis yang satu ini sangat mahal.

*******

Pelbagai sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here