Kepercayaan

– Pongki Pamungkas, Penulis

Jakarta, Garut News ( Senin, 17/02 – 2014 ).

Ilustrasi. Percaya Tak Akan Hilang. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Percaya Tak Akan Hilang. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kim Jong-un, pemimpin muda usia (kelahiran 8 Januari 1983) Korea Utara, belum lama berselang berpidato, yang salah satu isinya menawarkan “iklim yang lebih ramah” untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Selatan.

Merespons pidato Jong-un, pemerintah Korea Selatan dengan lugas menyatakan, “Perdamaian dan rekonsiliasi tak dapat dicapai begitu saja dengan sekadar mengumbar kata-kata. Untuk memperbaiki hubungan, Korea Utara harus menunjukkan ketulusannya dalam membangun kesalingpercayaan dengan melakukan denuklirisasi.”

Dua negara “bersaudara” itu tak kunjung bisa bersatu (bahkan sekadar berhubungan baik) hingga kini karena tiadanya saling-percaya satu sama lain.

Seorang bayi cilik digendong oleh sang ayah.

Mereka bermain dan bergurau dengan riang gembira.

Sang bayi pun oleh sang ayah diayun-ayun, bahkan “dilempar-lempar” ke udara dan ditangkap-tangkap.

Sebenarnya itu suatu aktivitas gerakan yang berbahaya.

Ada potensi sang bayi terlepas dan terjatuh.

Namun sang bayi-di luar persoalan bahwa ia belum paham akan bahaya-percaya bahwa sang ayah tak berniat mencelakakannya.

Ia tertawa tergelak-gelak.

Sang bayi mempercayai sang ayah.

Pembantu rumah tangga itu sudah belasan tahun bekerja kepada majikan yang sama.

Segenap anggota keluarga rumah itu sangat mempercayai integritas (karakter) sang pembantu.

Meskipun barang-barang berharga bergeletakan di sembarang tempat, mereka senantiasa merasa nyaman dan aman.

Mereka juga percaya atas kompetensi sang pembantu.

Ia pandai memasak dan mengurus rumah keluarga itu.

Kepercayaan adalah suatu keyakinan seseorang atau orang-orang tertentu bahwa seseorang (lain) itu memiliki karakter yang positif (berintegritas, antara lain baik dan jujur) atau memiliki kompetensi, dalam hal ini layak diandalkan dan efektif.

Karakter yang positif integritas adalah suatu harta paling mahal bagi siapa pun.

Warren Buffet, CEO Berkshire Hathaway, salah satu dari tiga orang terkaya di dunia, mengatakan, “Saya memiliki tiga syarat untuk merekrut orang. Syarat nomor satu, integritas (karakter). Kedua, inteligensia (kompetensi). Dan ketiga, berenergi besar. Bila Anda tak memiliki syarat nomor satu, dua syarat yang lainnya itu akan membunuh Anda.”

Karakter atau integritas adalah modal dasar agar layak disebut sebagai orang yang dapat dipercaya.

Sedangkan kepercayaan adalah landasan bagi terjadinya hubungan saling menguntungkan, hubungan efektif satu dengan yang lain.

Kepercayaan ibarat minyak pelumas yang memuluskan pergerakan roda-roda atau rantai suatu benda mekanis.

Tanpa kepercayaan, roda-roda atau rantai itu akan tersendat, hingga bahkan terhenti sama sekali.

Dalam konteks pembangunan karakter nasional-secara moral-saling mengingatkan untuk selalu dapat dipercaya adalah tanggung jawab bersama.

Secara teknis struktural, itu adalah tanggung jawab utama yang harus dicontohkan oleh para pemimpin bangsa.
****
Kolom/Aertikel Tempo.co

Related posts

Leave a Comment