Kasi Konservasi Garut Dinilai Sangat Tak Konsisten

0
208 views
Ormas GAS.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 27/07 – 2016 ).

Ormas GAS.
Ormas GAS.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut pada Bidang KSDA Wilayah III Ciamis, BBKSDA Jabar, Toni Ramdhani, BScF dinilai masih belum konsisten terhadap hasil audensi institusinya dengan “Gerakan Anak Sunda” (GAS), yang berlangsung di Kantor Seksi Konservasi Wilayah V Garut, Rabu (20/07- 2016).

Demikian masing-masing dikemukakan Sekjen DPP Ormas GAS, Mulyono Khadafi, Ketua DPC Ormas GAS Kabupaten Garut, Sopian, serta dikatakan Ketua PAC Ormas Gas Kecamatan Pasirwangi, Ade Muhidin kepada Garut News, Rabu (27/06-2016).

Mulyono Khadafi.
Mulyono Khadafi.

Mereka mengingatkan, audensi dengan Seksi Konservasi pada Rabu (20/07-2016) tersebut, Ormas GAS mendesak tuntutannya, agar perusahaan di Darajat taat terhadap hukum untuk perijinan penggunaan air.

Pihak perusahaan juga diharapkan memberikan kontribusi kepada masyarakat lantaran menimbulkan banyak kerugian, dan mengganggu masyarakat sekitar.

Meminta rekomendasi BKSDA untuk melakukan penertiban ijin pemanfaatan air Darajat, fasilitasi ke perusahaan untuk perbaikan jalan, dan penanggulangan kerusakan lingkungan akibat pengoperasian obyek wisata Darajat.

Sopian.
Sopian.

Jika tak ada ijin pengusahaan air dari BBKSDA Jabar, agar wisata Darajat ditutup untuk sementara karena menimbulkan banyak permasalahan.

Menyikapi desakan tuntutan itu, Toni Ramdhani berkomitmen akan melakukan klarifikasi dengan seluruh perusahaan obyek wisata Darajat, yang mengambil air dari kawasan Cagar Alam Papandayan (Darajat).

Kemudian akan melakukan pengecekan lapangan untuk inventarisasi sumber air di kawasan konservasi yang dialirkan ke wisata Darajat.

Jika tak ada tindak lanjut dari perusahaan pengguna air, akan dilakukan penutupan sementara penggunaan sumber air Darajat pada 27 Juli 2016.

Berita acara hasil audeensi ini, juga masing-masing ditandatangani Toni Ramdhani, Kapolsek Tarogong Kidul Kompol Ricard, Ketua DPC Ormas GAS Sopian, serta Ketua PAC Ormas GAS Pasirwangi, Ade Muhidin.

Ade Muhidin.
Ade Muhidin.

Namun masih menurut Mulyono Khadafi, Sopian, dan Ade Muhidin, pada Rabu (27/07-2016), Toni Ramdhani masih belum melakukan penutupan sementara penggunaan sumber air Darajat itu, dengan ragam alibi yang dikemukakannya pada Ormas GAS.

Bahkan katanya, Toni Ramdhani akan terlebih dahulu membahasnya dengan pihak BBKSDA Jawa Barat, padahal berita acara hasil audensi ini ditandatanganinya sejak 20 Juli 2016. Sehingga Ormas GAS berpendapat rentang waktu sejak 20 Juli hingga 27 Juli itu, tak dimanfaatkan efektivitasnya oleh Toni Ramdhani.

Padahal ungkap Mulyono0 Khadafi, jelas-jelas sedikitnya sepuluh perusahaan besar pengguna sumber air sama sekali selama ini tak memberikan kontribusi pembayaran pajak kepada negara, apalagi kontribusi sosial kepada masyaraklat sekitarnya.

Perusahaan juga dinilai tak memiliki ketaatan hukum maupun tak taat aturan sejak beberapa tahun terakhir, menyusul penggunaan air sama sekali tak berijin.

Merebak-marak Obyek Wisata Darajat.
Merebak-marak Obyek Wisata Darajat.

Sedangkan dampak lainnya kondisi Sungai Cipanday yang merupakan anak Sungai Cimanuk menjadi kerap kekeringan meski setiap dilanda kemarau selama tiga hari sekalipun, padahal sangat diperlukan memenuhi kebutuhan areal pertanian masyarakat.

Menyebabkan pula penduduk Desa Pada Mukti, Cinta Damai, serta Desa Sukalilah kerap mengalami krisis air pertanian, sedangkan perusahaan obyek wisata malahan mengomersilkan sumber air tersebut.

“Kami hanya menuntut penegakan hukum, supaya terwujud kemanfaatan hukum itu sendiri,” ungkap Khadafi, Sopian, serta Ade Muhidin.

Jika Seksi Konservasi maupun BBKSDA masih tetap berpangku tangan, atawa tak berbuat banyak atas skandal pelanggaran hukum tersebut, maka GAS semakin melakukan gerakan moral hingga ke BBKSDA Jabar, serta Pusat, ungkap Mulyono Khadfi, mengingatkan.

Dalam pada itu, merebak maraknya komersialisasi obyek wisata Darajat menjadikan lintasan jalan menjadi sering terjadi kemacetan, yang sangat menghambat mobilitas transfortasi perekonomian pemasaran hasil pertanian masyarakat setempat.

Aliran air dimasukan ke dalam bongkahan kawah kemudian dialirkan pada kolam renang maupun pemandian, demikian indikasi pemanfaatan air pada obyek wisata Darajat.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here