Kepala Dispora Garut Jalani Penahanan di Rutan

0
23 views
Ilustrasi/Ilustrator M. Erwin Ramadhan.

“Sebelumnya divonis satu tahun penjara”

Garut News ( Kamis, 09/07 – 2020 ).

Kejari Garut menahan Kepala ‘Dinas Pemuda dan Olahraga’ (Dispora) Kabupaten Garut Kuswendi, dan mantan Kabid Sarana dan Prasarana Yana Kuswandi di Rutan Klas IIB Garut, (Kamis, 09/07-2020).

Penahanan berlangsung begitu menerima pelimpahan tahap dua perkara dugaan korupsi pembangunan sport hall kawasan sarana olahraga (SOR) Ciateul Garut 2016 dari Polres Garut, Kamis.

Kepala Kejari Sugeng Hariadi katakan, Kuswendi dan Yana ditahan kejaksaan berstatus tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sport hall senilai Rp6,7 miliar dengan kerugian negara Rp1 miliar. Pembangunan tersebut diduga tak sesuai spesifikasi, dan bestek.

Kedua tersangka dijerat psl. 2 Undang Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun pidana penjara.

Dikemukakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap kedua tersangka atas dasar pandangan penyidik, dan JPU agar penanganan tindak pidana korupsi berlangsung obyektif.

“Keduanya menjalani penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Garut,” ujarnya, juga menyebutkan selain Kuswendi dan Yana, terdapat dua tersangka lainnya dari pihak pelaksana proyek yang segera dilakukan pemanggilan.

Mereka digiring dari kantor Kejari menuju kendaraan yang mengangkutnya ke Rutan sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengenakan rompi tahanan, keduanya berjalan tertunduk lesu menuju kendaraan ketika sejumlah wartawan memintai komentarnya.

Kuswendi ditetapkan Polres sebagai tersangka dalam kasus sport hall/SOR itu pada Agustus 2019.

Namun  meski bermasalah, pembangunan sport hall terus dilanjutkan hingga diresmikan Bupati Rudy Gunawan pada 18 Februari 2020.

Ihwal pembangunan sempat bermasalah bahkan disampaikan Bupati Rudy Gunawan pada peresmiannya.

Pembangunan Sport Hall menghabiskan total anggaran Rp16 miliar. Pada 2016, pembangunan dilakukan melalui Dispora menghabiskan Rp4,8 miliar. Kemudian, pembangunan dilakukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Rp5,3 miliar pada 2017, dan Rp5,8 miliar pada 2019.

Alokasi anggaran pembangunan Sport Hall pada 2016 bernilai Rp16 miliar, ternyata hanya berjalan 25% lantaran bermasalah. Demikian pula dengan pembangunan 2018, bermasalah.

Selain kasus sport hall, saat bersamaan, Kuswendi juga menghadapi kasus dugaan pelanggaran UU Nomor 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) pada pembangunan Bumi Perkemahan (Buper) Citiis kawasaan kaki Gunungapi Guntur Tarogong Kaler 2016 senilai Rp1,8 miliar.

Dalam kasus Buper, 21 Nopember 2019, Kuswendi bahkan divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut dengan hukuman satu tahun penjara karena dinilai terbukti melanggar UU Nomor 32/2009 tentang PPLH.

Tetapi Kuswendi mengajukan kasasi pada 7 Februari 2020, yang hingga kini masih belum ada putusannya.

******

Abisyamil/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here