Kepala BNNK Garut Deklarasikan Komunitas Masyarakat Peduli P4GN

“Diawali SMAN 4 Garut di Kecamatan Cikajang”

Garut News, ( Jum’at, 25/10 ).

AKBP Widayati, BA Jalin Keterpaduan dengan Jajaran "GRANAT" Garut. (Foto: John).
AKBP Widayati, BA Jalin Keterpaduan dengan Jajaran “GRANAT” Garut. (Foto: John).

Kepala “Badan Narkotika Nasional Kabupaten” (BNNK) Garut, AKBP Widayati, BA diwakili Kepala Seksi Pencegahan pada BNNK setempat, Syam Sumaryana, SH, MH mendeklarasikan “Komunitas Masyarakat Peduli ‘Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’ (P4GN)”.

Deklarasi Komunitas Masyarakat Peduli P4GN. (Foto: John).
Deklarasi Komunitas Masyarakat Peduli P4GN. (Foto: John).

Deklarasi disampaikan Syam Sumaryana itu, diawali dari SMAN 4 Garut di Kecamatan Cikajang, serempak dan solid diikuti lebih 200 murid mewakili 753 seluruh siswa sekolah tersebut, Jum’at (25/10).

Sedangkan deklarasinya terdiri ;

1. Kami Komunitas Masyarakat Peduli P4GN SMAN 4 Garut, Siap Ikut Serta Berupaya Mencegah Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba.

2. Kami Komunitas Masyarakat Peduli P4GN Garut, Siap Mewujudkan “Imunitas” dari Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba.

3. Kami Komunitas Masyarakat Peduli P4GN Garut, Mewujudkan Lingkungan Sekolah, dan Rumah “Steril” dari Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba.

“Konsep pembentukan Komunitas Masyarakat Peduli P4GN”

Dra Hj. Mimin Mintarsih, M.Si (Foto: John).
Dra Hj. Mimin Mintarsih, M.Si (Foto: John).

Kepala BNNK, AKBP Widayati, BA menegaskan, program unggulan BNNK Garut ini, terobosan maupun akselerasi inovatif dan kreativitas, melibatkan individu maupun kelompok/komunitas,  prinsipnya sebagai upaya pengembangan potensi masyarakat.

Agar mereka mampu mengatasi masalahnya sendiri, seperti masalah kesehatan termasuk kasus penyalahgunaan, peredaran gelap, dan produsen gelap Narkoba.

Setelah beragam upaya peningkatan kapasitas individu melalui pelatihan-pelatihan maupun penyuluhan diselenggarakan.

Lantaran, belum maksimal terlaksananya sebuah program, jika tanpa keterlibatan masyarakat langsung di dalamnya, sedangkan komunitas ini merupakan garda terdepan, atawa ujung tombak implementasi program.

AKBP Widayati, BA Berdialog dengan Jajaran DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika Kabupaten Garut. (Foto: John).
AKBP Widayati, BA Berdialog dengan Jajaran DPC Gerakan Nasional Anti Narkotika Kabupaten Garut. (Foto: John).

Ini dimaksudkan  supaya bisa semaksimal mungkin  terselenggara pelaksanaan program melalui proses “bottom up’.

Artinya, sebanyak mungkin partisipasi masyarakat dilibatkan, baik pada pola pelatihan menyampaikan penyuluhan, sekaligus mengangkat kasus berawal dari laporan, dan investigasi masyarakat sendiri.

Sedangkan, pembentukan kelompok ini, dimaksudkan agar program P4GN tak berhenti ketika BNN sudah tak ada lagi, atau membantu BNN memiliki SDM terbatas tetapi kudu menyentuh areal seluas Kabupaten Garut, berpenduduk sebanyak 2,7 juta itu.

Sehingga sangat baik juga agar masyarakat bisa menjadi penyuluh bagi mereka, dan keluarga, serta lingkungannya.

Maka, idealnya pada setiap kecamatan terdapat minimal satu kelompok, namun sebagai langkah awal diinisiasi satu kelompok sebagai percontohan di Garut ini.

Syam Sumaryana, SH, MH Advokasi P4GN. (Foto: John).
Syam Sumaryana, SH, MH Advokasi P4GN. (Foto: John).

Langkah kudu dilakukan :

  1. Silaturahmi sekaligus sosialisasi tujuan dibangunnya kelompok masyarakat peduli P4GN
  2. Melakukan kegiatan menarik simpati komunitas itu, seperti menyantuni keluarga terkena musibah, memiliki anggota keluarga menjadi pemakai, agar menarik simpati mereka mau bergabung di kelompok itu.
  3. Undang semua elemen masyarakat, mulai aparat pemerintahan, pensiunan pejabat, tentara, polisi, pengusaha, tenaga medis hingga para pemulung sekalipun, agar merasa diakui. Sehingga mereka bersama-sama memiliki kepedulian terhadap P4GN
  4. Terapkan pola “Experiential Learning”, artinya masyarakat diajak belajar memahami program, dengan terlibat langsung mempraktekan sendiri, ini cara belajar orang dewasa agar cepat paham dari pada teori kudu dihafal.
  5. Beri pendampingan membuat “channeling” ketika membutuhkan sokongan dana dari pihak swasta/orang kaya di lingkungan sekitar/BUMN dll.
  6. Pastikan kita ahli dalam mengambil simpati, dan partisipasi masyarakat tersebut, karena tak mudah mengajak sesorang bergabung pada kegiatan membutuhkan swadaya murni.

Demikian imbuh AKBP Widayati, menyerukan.

Kepala Seksi Pencegahan, Syam Sumaryana, sebelumnya antara lain detail mempresentasikan advokasi Undang-Undang Nomor 35/2009  Tentang Narkotika termasuk turunannya.

Juga mengenai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), sedangkan Kepala Subag Tata Usaha BNNK, Hidayat mempresentasikan dampak penyalahgunaan Narkoba.

Kepala SMAN 4 Garut, Dra Hj. Mimin Mintarsih katakan, lembaga pendidikannya sebagai pilot proyek pelaksanaan kurikulum 2013 bagi institusi pendidikan di seputar lingkungannya.

Selain itu, antara lain memiliki kelas khusus sepakbola, lantaran selama ini pun murid sekolah ini banyak tampil pada event daerah, provinsi dan nasional.

Memiliki 23 ruang kelas juga laboratorium komputer, IPA, Biologi dan laboratorium Kimia, dan Geografi bahkan diagendakan bisa segera dibangun laboratorium matematika.

Dikelola 42 guru, 19 di antaranya guru tetap berkualifikasi 11 di antaranya lulusan strata dua (S2), empat guru lainnya tengah menuntaskan jenjang pendidikan S2.

Juga didukung 13 tenaga kependidikan, ungkap Mimin Mintarsih.

Dia mengaku prihatin selama ini belum terdapat perguruan tinggi negeri di Kabupaten garut, ungkapnya.

Asep Sahrudin, SE (Foto: John).
Asep Sahrudin, SE (Foto: John).

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNK Garut, Asep Sahrudin, SE juga mengemukakan, para kader P4GN di lingkungan sekolah, juga antara lain  memiliki program pembentukan komunitas P4GN pada seluruh pelajar di Kabupaten Garut.

Mereka juga memiliki program unggulan di antaranya, sosialisasi mengenai P4GN pada lingkungan sekolahnya masing-masing.

Bahkan membentuk kader baru bagi lingkungannya sendiri, ungkap Asep Sahrudin.

***** John.

Related posts