Kenaikan Harga Pangan Lantaran Keterlambatan Pasokan

0
16 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Jum’at, 18/03 – 2016 ).

Eddy Muharam.
Eddy Muharam.

Kepala “Badan Ketahanan Pangan” (BKP) Kabupaten Garut, Eddy Muharam mengakui kenaikan harga pangan lantaran keterlambatan pasokan, menyusul berlangsung musim penghujan yang kerap menyebabkan banjir.

Sehingga mobilitas transfortasi pangan menjadi terkendala, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Jum’at (18/03-2016).

Namun menurutnya, fenomena tersebut tak bermasalah. Jika sebelumnya terdapat upaya penyimpanan persediaan pada sentra-sentra produksi pangan, di antaranya dengan memanfaatkan “cold storage” atawa ruang pendingin.

Terutama pada upaya persiapan setiap menghadapi musim penghujan saban tahun, katanya.

Permasalahan pangan katanya pula, bisa berlangsung sejak berlangsung kegiatan panen kerap banyaknya buliur padi yang tercecer.

Kemudian pada proses penggilingan, sehingga memproduk kondisi super, premium, dan medium. Lantaran tampilan produksi bisa memengaruhi harga jual pangan.

Termasuk jenis beras raskin, tampilan serta aromanya bisa tak menarik akibat lamanya proses penyimpanan. Sedangkan pada sisi lain pangan harus tetap tersedia persediaannya terutama produk padi, jagung, dan kedelai.

Kepala UPTD Pasar pada Disperindagpas H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE serta Koordinator Lapangan Abdurohman mengemukakan, tingginya kenaikan harga cabe merah gepeng sejak tiga hari lalu mencapai Rp50 ribu dari semula Rp38 ribu per kilogram.

Harga cabe keriting juga meningkat dari Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram, disusul komoditi tomat kini pada kisaran Rp8 ribu dari sebelumnya bisa diperoleh dengan harga Rp3.000 per kilogram.

Harga eceran bawang merah juga meningkat menjadi Rp30 ribu yang sebelumnya pada kisaran harga Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Sedangkan harga bawang putih kini bertengger pada Rp33 ribu dari semula Rp231 ribuu per kilogram

Terjadinya peningkatan harga itu, lantaran terjadi pengurangan pasokan serta gagal panen, antara lain disebabkan faktor cuaca yang kerap turun hujan sangat deras.

Seringnya hujan deras antara lain berdampak pula berkurangnya konsumen di Pasar Ciawitali Guntur, tutur Abdurohman.

*******