Kenaikan Harga Pakan Repotkan Pengelola Taman Satwa

0
58 views

Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Kamis, 20/08 – 2015 ).

Rudy Arifin.
Rudy Arifin.

Meroketnya harga daging sapi, dan ayam ras selama ini menjadikan seluruh pengelola Taman Satwa Cikembulan di Kadungora, Garut, Jawa Barat, kerepotan.

Lantaran, berdampak pada meningkatnya biaya penyediaan pakan satwa dari jenis daging-dagingan mendadak-sontak membengkak dibandingkan sebelumnya. Padahal pemenuhan kebutuhan pakan daging untuk satwa tak bisa dikurangi, baik kualitas atawa volumenya.

“Sedangkan jika dilakukan pengurangan pakan, dipastikan berdampak langsung pada perkembangan kondisi satwa, baik kesehatan maupun perilakunya,” ungkap Manager Lembaga Konservasi tersebut, Rudy Arifin, SE.

Harga daging sapi pada sejumlah pasar tradisional di Garut sejak beberapa hari terakhir berkisar Rp100 ribu-Rp120 ribu per kilogram. Disusul harga daging ayam berkisar Rp36 ribu-Rp42 ribu per kilogram.

“Harga daging naik, jelas berpengaruh langsung ke biaya pakan. Padahal pakan satwa itu tak bisa dikurangi. Pengeluran biaya untuk pakan satwa semula Rp3 juta per hari pun membengkak menjadi sekitar Rp3,6 juta per hari,” tutur Rudy Arifin pula, Kamis (20/08-2015).

aa2Kondisi itu, kata dia, sangat memberatkan. Namun pihaknya hanya bisa berharap kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan semakin meningkat, dan harga daging kembali normal supaya beban pembiayaan pakan satwa sehari-hari bisa teratasi.

Terkait macan kumbang (Panthera Pardus Melas) si Lerang asal Gunung Sawal Ciamis, dikemukakan Rudy, kondisi kesehatan satwa sangat langka dan dilindungi undang-undang ini, semakin membaik.

“Luka di kepalanya mengering. Makan dan minumnya pun menjadi normal. Tinggal menunggu pemulihan dari stresnya,” imbuhnya.

Satwa jantan dewasa bertubuh sepanjang sekitar 2 meter, tinggi sekitar 0,5 meter, dan bobot sekitar 150 kilogram itu turun dari kawasan Gunung Sawal kemudian terperangkap bambu penduduk.

Satwa tersebut berhasil diamankan di kerangkeng besi dan menjadi tontonan penduduk, selanjutnya dititipkan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Bidang III Ciamis ke Taman Satwa Cikembulan.

Kini macan kumbang diberi nama Lengsar itu, dikarantina di kandang khusus menjalani proses pemulihan.

*******

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here