Kenaikan BPPD Dikoordinasikan Para Pengelola Rumkit Garut

by

“Setiap Bulan Garut Kekurangan 600 Labu Darah”

Garut News ( Kamis, 27/02 – 2014 ).

Agus Haryanto. (Foto: John Doddy Hidayat).
Agus Haryanto. (Foto: John Doddy Hidayat).
Kenaikan “Biaya Pengganti Pengolahan Darah” (BPPD) dari semula Rp250 ribu, namun sejak Januari 2014 meningkat menjadi Rp350 ribu setiap labu atawa kantong.

Pada Kamis (27/02-2014), diikoordinasikan dengan seluruh Pimpinan Pengelola Rumah Sakit Pemerintah, serta Swasta termasuk pengelola jaminan asuransi kesehatan di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Pengurus “Palang Merah Indonesia” (PMI) kabupaten setempat, Agus Haryanto, S.Sos kepada Garut News katakan rapat koordinasi (Rakor) itu, antara lain dimaksudkan menyamakan persepsi terkait pemberlakuan kenaikan biaya di Seluruh Indonesia.

Sesuai dengan surat ederan Menteri Kesehatan RI, katanya.

Sedangkan sosialisasi pada masyarakat diselenggarakan jauh sebelum pemberlakuan biaya baru.

Agus Haryanto juga mengemukakan, setiap bulan Kabupaten Garut rata-rata memerlukan sekitar 1.500 labu darah.

Sebanyak 900 labu beragam golongan darah di antaranya, bisa dipenuhi dari pendonor setempat.

Sedangkan kekurangannya, rata-rata mencapai 600 labu darah setiap bulan, terpaksa pemenuhannya diupayakan dari Karawang, Bandung, Bogor, serta dari Jakarta.

Dikatakan, terjadinya kenaikan biaya tersebut, bukan berarti selama ini memerjualbelikan darah.

Melainkan memenuhi biaya operasional pengolahan darah dari para pendonor.

Selain itu, antara lain memenuhi kebutuhan pembelian labu atawa kantongnya, hingga kini masih menjadi barang “import”, ungkap Agus Haryanto, mengingatkan.

****
John.