Kemiskinan/Pengangguran Penduduk Garut Masih Belum Tertanggulangi

“Penduduk Miskin Kabupaten Garut 314.600 jiwa atawa 12,66 % jumlah penduduk”

Garut News ( Selasa, 18/03 – 2014 ).

Wajah Kemiskinan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).
Wajah Kemiskinan Garut. (Foto: John Doddy Hidayat).

Bupati Garut Rudy Gunawan mengingatkan, “Rencana Kerja Pembangunan Daerah” (RKPD) kudu mampu mengakomodasi kondisi, dan permasalahan aktual dihadapi Pemkab setempat.

Lantaran, suatu bentuk kerangka kebijakan pembangunan tahunan, RKPD juga kudu bisa menjawab isu strategis memiliki kecenderungan perkembangan setahun kedepan.

Demikian dikemukakan ketika membuka “Musyawarah Rencana Pembangunan” (Musrenbang) penyusunan RKPD Kabupaten Garut 2015, di gedung Pendopo, Selasa (18/03-2014) pagi.

 

Buruh Tani Miskin Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).
Buruh Tani Miskin Garut. (Foto : John Doddy Hidayat).

Dikatakan, penjabaran RPJMD, RKPD kudu mampu mengakomodasi program-program prioritas, katanya.

Tahun 2015, titik awal dirinya bersama Helmi Budiman mewujudkan pelbagai program serta janji-janji dirumuskan.

Yakni Mewujudkan Kabupaten Garut Bermartabat, Nyaman dan Sejahtera.

Karena itu, Musrenbang kudu memiliki arti dan dimensi strategis, sebagai perencanaan awal bagi implementasi RPJMD 2014-2019, katanya pula.

Ditegaskan bupati, perumusan prioritas program dan kegiatan penyusunan RKPD 2015 itu pun kudu dilakukan sinergis, komprehensif, dan mampu memberikan nilai tambah upaya pemecahan masalah dihadapi.

Miskin Segalanya. (Foto: John Doddy Hidayat).
Miskin Segalanya. (Foto: John Doddy Hidayat).

Terdapat beberapa kondisi faktual sampai saat ini perlu mendapatkan perhatian, permasalahan tersebut di antaranya, masih rendahnya pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Kabupaten Garut 2012, menurutnya, masih terpaut 1.07 poin dari IPM Jawa Barat sebesar 73,19 point, dan terpaut 1,17 point IPM Nasional.

Permasalahan kedua, masih rendahnya aksesibilitas dan pelayanan bidang pendidikan, dan kesehatan.

Tingginya tingkat kerusakan berat ruang sekolah, dan tingkat ketersedian sarana pendidikan serta tenaga pendidik masih terbatas.

Terdapat sebanyak Ruang Sekolah Dasar (SD) 28,59 % rusak berat, SMP mencapai angka 3,86 %, SMA 10,66 %, serta SMK sebanyak 8,53 %.

Terkait aksesibilitas dan pelayanan pendidikan, tingkat ketersediaan sarana pendidikan dan tenaga pendidik masih terbatas.

Di bidang kesehatan, tingkat ketersediaan Puskesmas masih kurang.

Rasio jumlah sarana dan prasarana kesehatan per seribu penduduk baru mencapai 0,16 %, sedangkan rata-rata kabupaten secara Nasional mencapai angka 0,48.

Ketersedian tenaga kesehatan masih kurang, ujar bupati.

Perlu Bukti, Bukan Janji, Bro. (Foto: John Doddy Hidayat).
Perlu Bukti, Bukan Janji, Bro. (Foto: John Doddy Hidayat).

Permasalahan Kabupaten Garut masih belum terpecahkan, masih tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran.

Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Garut mencapai 314.600 jiwa atawa 12,66 % dari jumlah penduduk.

Terkait infrastruktur masih rendah.

Lintasan ruas badan jalan di Kabupaten Garut sepanjang 294,31 km atawa 35,51 % di antaranya rusak berat, juga kudu menjadi perhatian utama kita saat ini.

Tingkat kerusakan saluran irigasi; cakupan pelayanan air minum perkotaan, serta pelayanan persampahan perkotaan.

Rudy Gunawan. (Foto: John Doddy Hidayat).
Rudy Gunawan. (Foto: John Doddy Hidayat).

Paling menjadi sorotan utama saat ini, belum optimalnya kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah memberikan pelayanan publik.

Pelaksanaan reformasi birokrasi belum berjalan sesuai tuntutan masyarakat.

Sekarang sedang kami coba perbaiki, kila lihat saja hasilnya nanti, katanya.

Bupati mengharapkan melalui tema pembangunan 2015, “Peningkatan infrastruktur dasar, kinerja aparatur dan tata kelola pemerintahan dalam pelayanan publik guna mwujudkan pemerintahan yang bermartabat”, bisa dijadikan rujukan menyusun prioritas kegiatan.

Sekretarisnya Bappeda, Eutik Karyana katakan, selain menyepakati prioritas pembangunan daerah serta program, dan kegiatan prioritas 2015.

Tujuan pelaksanaan Musrenbang RKPD ini, menyelaraskan prioritas dan sasaran pembangunan kabupaten dengan arah kebijakan prioritas, dan sasaran pembangunan provinsi, katanya beralibi.

Helatan tersebut, dihadiri Wakil Bupati Helmi Budiman; Kepala Bidang Pembangunan Daerah BKPP Wilayah IV Jabar, Dedeng Yusup Maulana, para tokoh masyarakat, dari Perguruan Tinggi, dan Ormas Kemasyarakatan.

******

FA, JDH.

Related posts