Kemiskinan Sebabkan Banyak Penduduk Garut Berobsesi Bertransmigrasi

0
65 views

Garut News ( Kamis, 19/02 -2015 ).

Wajah Kemiskinan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Wajah Kemiskinan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Meski obsesi penduduk Kabupaten Garut bertransmigrasi guna memenuhi kondisi penghidupan lebih baik, terbilang tinggi. 

Namun, terbatasnya kuota menjadikan hanya sedikit warga berkesempatan bisa mengikuti program tersebut.

Sehingga selama 2014, Dinsosnakertrans kabupaten setempat mencatat dari 137 kepala keluarga (kk) berminat mengikuti program ini. kemudian  diseleksi, hanya 42 KK dinilai layak mengikutinya.

Tetapi ternyata hanya lima KK beruntung bisa diberangkatkan bertransmigrasi. Selebihnya terpaksa kudu bersabar menunggu kesempatan datang kembali.

Kuotanya terbatas, sesuai SK Gubernur Jabar. Meski kita melakukan penjajakan ke empat lokasi, terdiri Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan, ungkap Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Amir Sudrajat, Kamis (19/02-2015).

Dikatakan, para transmigran itu diberangkatkan ke Kabupaten Luwu Timur Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebanyak 2 KK dari Kecamatan Balubur Limbangan, sisanya dari kecamatan Cisurupan, Malangbong, dan Bungbulang.

Dikemukakan, penduduk bisa mengikuti program ini merupakan warga miskin tak memiliki rumah dan lahan pribadi, berpendapatan sekitar Rp20 ribu per tiga hari, bertempat tinggal menumpang pada orang lain.

Selain itu kepala keluarga kudu berusia 50 tahun ke atas, tak mempunyai penghasilan tetap, dan menetap di Garut minimal selama dua tahun.

Mudah-mudahan 2015, kuotanya bisa lebih banyak, imbuh Amir.

Dijekaskan, pada 2015, direncanakan dilakukan penjajakan pada bakal lokasi transmigrasi daerah Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Utara.

Penjaringan terharap para calon transmigran pun tak hanya dilakukan berpola tunggu bola melainkan jemput bola melalui petugas-petugas pemerintah kecamatan.

Tahun ini, terdapat empak KK berminat bertransmigrasi, katanya.

Kata Amir, tak mudah memilih lokasi transmigrasi. Selain kudu ada kemiripan geografis dengan Garut, pihaknya juga harus bersaing dengan daerah lain.

Dia mencontohkan Lampung selama ini menjadi daerah tujuan transmigrasi, kini justru ikut mengirimkan penduduknya bertransmigrasi.

Lantaran dulunya transmigran, sekarang berkembang pesat, katanya pula.

*********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here