Kemiskinan Penduduk Kabupaten Garut Menurun Dua Persen

0
30 views
H. Nurdin Yana.

Garut News ( Jum’at, 11/01 – 2019 ).

H. Nurdin Yana.

Berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Garut menurun cukup signifikan sekitar 49,93 ribu jiwa dari 291,24 ribu jiwa (11,27 %) pada 2017 menjadi 241,31 ribu jiwa (9,27 %) pada 2018, atau turun sebesar 2 %. 

“Sehingga penurunan persentase penduduk miskin pada 2018 tersebut, dibanding kabupaten/kota di Jawa Barat berada pada peringkat ke-5,” ungkap Kepala Diskominfo kabupaten setempat, Drs H. Nurdin Yana, MH didampingi Kabid Pengelolaan Informasi dan Kehumasan Diskominfo Garut, Ricky Rizki Darajat, SH.

Ricky Rizki Darajat.

Kepada Garut News, Jum’at ( 11/01 – 2019 ), seusai mendampingi kunjungan kerja Bupati H. Rudy Gunawan, SH, MH ke beberapa wilayah Kecamatan selama dua hari  sejak 8 Januari 2019, dipresentasikan sumber BPS yang menunjukan menurut kabupaten/kota di Jawa Barat, Kabupaten Garut memiliki garis kemiskinan terendah selama periode 2014-2018.

Bahkan jika dibandingkan dengan angka persentase penduduk miskin Jawa Barat maupun Nasional, posisi pencapaian angka persentase penduduk miskin Kabupaten Garut 9,27 persen pada 2018, masih berada diatas rata-rata penduduk miskin kabupaten/kota di Jawa Barat 7,45 %, namun dibawah Nasional 9,82%.

Apabila dilihat dari urutan persentase penduduk miskin terkecil, berada pada peringkat ke-18 dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Ditinjau dari tingkat penurunan persentase penduduk miskin selama periode 2014-2018 menunjukkan hasil cukup baik, 3,2% dari 2014 (12,47%) pada 2014, menjadi 9,27% pada 2017.

Kemudian dibandingkan dengan tingkat penurunan persentase penduduk miskin kabupaten/kota di Jawa Barat pada periode sama, maka tingkat penurunan kemiskinan selama periode tersebut berada di peringkat ke-3 setelah kabupaten Cirebon 3,52%, dan Kota Tasikmalaya 3,24%.  Dan kondisi penurunan pada periode itu lebih cepat dibanding penurunan agregat Provinsi Jawa Barat 1,73% maupun Nasional 1,14%.

Dari sisi peringkat kabupaten dan kota di Jawa Barat, kondisi persentase penduduk miskin selama periode 2014-2018 mengalami peningkatan 3 tingkat, dari peringkat ke-21 pada 2014 menjadi peringkat ke-18 pada 2018.

Sedangkan perbandingan kondisi pencapaian indikator kemiskinan terhadap target ditetapkan dalam RPJMD 2014-2019, secara umum sampai 2018 melebihi target akhir RPJMD yang ditetapkan.

Dari sisi target akhir RPJMD untuk indikator jumlah penduduk miskin mencapai 108,11% dari target 265.769 jiwa, sedangkan untuk indikator persentase penduduk miskin  mencapai 103,06% dari target akhir RPJMD 9,63%.

Pencapaian ini tentu menjadi suatu tantangan bagi Pemkab Garut untuk bisa memertahankannya, terutama terhadap masyarakat berada pada kelompok rentan miskin.

Lantaran secara umum, strategi penanggulangan kemiskinan mengacu pada hal berikut ini :1. Mengurangi beban pengeluran masyarakat miskin; 2. Meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin; 3. Mengembangkan dan menjamin keberlanjutan usaha mikro serta usah kecil; serta 4. Membentuk sinergi kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan, imbuhnya.

********

(JDH).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here