Kementerian PUPR Gelontorkan DAK Garut Rp70 Miliar

0
9 views
Gun Gun Sukma Utama, ST.
Kondisi Akses Jalan di Wilayah Garut Selatan Saat Ini.

“Tunjang Ketahanan Pangan/Konektivitas Akses Mobilitas Wilayah Terpencil”

Garut News ( Rabu, 27/11 – 2019 ).

Kementerian PUPR menggelontorkan bantuan berupa ‘Dana Alokasi Khusus’ (DAK) pada 2020 mendatang bernilai Rp70 miliar untuk Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Besaran bantuan DAK tersebut, mengalami peningkatan Rp30 miliar dibandingkan bantuan serupa pada 2019 bernilai Rp40 miliar,” ungkap Kepala Bidang Bina Program pada Dinas PUPR kabupaten setempat, Gun Gun Sukma Utama, ST.

Sedangkan pengalokasian DAK 2020 mendatang diperuntukan pada tiga bidang terdiri Bidang Binamarga, Sumber Daya Air, serta Bidang Inprastruktur Permukiman, ujarnya di ruang kerjanya, Rabu (27/11-2019).

Dikemukakan, pemanfaatannya antara lain guna memenuhi kebutuhan peningkatan kualitas lintasan ruas badan jalan sekitar 30 kilometer, peningkatan ‘Daerah Irigasi’ (DI) Cipeujeuh, Cimanuk, dan DI Baranangsiang. Serta pemenuhan kebutuhan sarana air minum, juga sanitasi.

“Realisasinya bisa menjadi jawaban membantu daerah, terutama menunjang ketahanan pangan, juga konektivitas akses mobilitas antar wilayah-wilayah terpencil,” ungkap Gun Gun Sukma Utama pula.

Dia katakan, digelontorkannya bantuan DAK dari Kementerian PUPR itu, sudah termasuk dalam pengalokasian pagu anggaran Dinas PUPR Kabupaten Garut bersumber APBD Murni kabupaten setempat pada Tahun Anggaran 2020 mendatang bernilai sekitar Rp402 miliar, diharapkan bisa berlangsung kolaborasi dengan institusi teknis lainnya.

“Canangkan Program Unggulan 2020”

Kepala Bidang Bina Program pada Dinas ‘Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang’ (PUPR) Gun Gun Sukma Utama menyatakan pula mencanangkannya program unggulan pada 2020 mendatang.

Di antaranya memaksimalkannya pemanfaatan alokasi dana sekitar Rp402 miliar melalui penyelenggaraan kontraktual, pelaksanaan swakelola dengan memberdayakan ragam perangkat teknis PUPR, serta mengalokasikan bantuan keuangan khusus dikelola masyarakat.

Bahkan juga diagendakan diawali rencana penyelenggaraan diskusi perkembangan inprastruktur daerah di Kabupaten Garut, pada Desember atau awal Januari 2020 mendatang.

Kita bahas mengenai inprastruktur Kabupaten Garut mau dibawa kemana?, maka kita duduk bareng untuk berdiskusi menyamakan persepsi agar terwujud kondusivitas.

“Dengan senantiasa mengacu pada regulasi, dan tata kelola. Sehingga dapat   diharapkan pengusaha besar pun bisa membantu yang kecil,” imbuh Gun Gun Sukma Utama.

Dikemukakan, wilayah Selatan Kabupaten Garut memiliki ragam potensi yang sangat luar biasa. Antara lain didukung faktor alam yang juga kemungkinan masih banyak yang belum tergali.

Di antaranya pada lintasan Cikondang-Jatisari. Karena itu pembangunan inprastruktur jalan perlu semakin digalakan kegiatan pembangunannya, sebagai urat nadi mobilitas perekonomian masyarakat, imbuhnya pula.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here