You are here
Kembangkan Energi Surya, Tiru Gaya China SAINS 

Kembangkan Energi Surya, Tiru Gaya China

Garut News ( Kamis, 21/11 ).

Ikea menjual panel surya seharga 5.700 poundsterling. | sky news
Ikea menjual panel surya seharga 5.700 poundsterling. | sky news

Mengoptimalkan pemanfaatan energi surya sebagai energi terbarukan memenuhi kebutuhan listrik, pemerintah perlu fokus pada upaya mengembangkan sel surya komponen panel surya berefisiensi tinggi, dan merencanakan kebijakan mendukung aplikasinya.

Rosari Saleh, dosen dan peneliti sel surya di Universitas Indonesia mengungkapkan hal itu, pada perbincangan dengan Kompas.com usai kuliah inagurasi anggota Komisi Ilmu Pengetahuan Dasar, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rabu (20/11)

Menurutnya, mengembangkan sel surya berefisiensi tinggi, Indonesia bisa melakukan dengan mengimpor produk negara maju punya efisiensi tinggi, serta memproduk barang berkualitas sama di dalam negeri.

“Tiru gaya China saja,” cetus Rosari.

Pada saat sama, pemerintah bisa mendukung peneliti mengembangkan produk sel surya diimpor sehingga memiliki efisiensi lebih tinggi.

Menurut Rosari, langkah tersebut lebih efektif daripada kudu memulai mengembangkan sel surya dari nol.

“Untuk produksi, saya yakin sumber daya manusia kita bisa. Mahasiswa-mahasiswa kita bahkan bisa lantaran pada dasarnya mereka memahami komponen sel surya, dan cara kerjanya,” ungkap Rosari.

Panel surya dihasilkan bisa dijual pada masyarakat. Namun, agar terserap dan masyarakat bisa memakainya, perlu dukungan pemerintah memberikan subsidi pembelian sel surya.

“Agar masyarakat bisa membeli panel surya dengan harga lebih murah,” katanya.

Mekanismenya, pemerintah bisa memberi subsidi perusahaan menghasilkan sel surya saat ini. Dengan demikian, harga jual sel surya lebih murah.

“Misalnya masyarakat beli dengan 3/4 harga sebenarnya, seperempatnya disubsidi pemerintah,” katanya pula, menyerukan.

Rosari katakan, efisiensi sel surya memang saat ini masih rendah.

Namun, aplikasi memanen tenaga surya melimpah perlu dimulai saat ini.

Meski efisiensi masih rendah, jumlah energi bisa dihemat besar.

“Memang efisiensinya rendah. Taruhlah efisiensinya cuma 10 persen, tetapi kalau dipakai banyak orang, kita bisa hemat kebutuhan energi kita sampai tahun 2050. Kita tak pusing lagi dengan harga minyak,” ujarnya.

Rosari juga katakan, energi surya salah satu cara mewujudkan otonomi energi, sebab masyarakat mampu menghasilkan energi kebutuhannya.

Pengembangan surya sebagai energi terbarukan, keharusan.

Indonesia terletak di khatulistiwa berenergi surya melimpah, namun belum banyak dimanfaatkan.

Sementara, Indonesia sudah tak bisa lagi bergantung pada minyak.

Editor : Yunanto Wiji Utomo/ Kompas.com

Related posts

Leave a Comment