Kematian Tertular Corona Mencekam Garut Mendesak Keteladanan Pejabat

0
14 views
Ilutrasi.
Ada Potensi Kerumunan.

“Prokes dan Protokol Keimanan”

Garutnews ( Senin, 21/12 – 2020 ).

Intensitas penularan corona di Kabupaten Garut sejak beberapa pekan terakhir menunjukkan kian tak terkendali. Dengan volume harian temuan kasus baru positif beberapa kali menembus angka seratus lebih.

Sehingga kematian tertular pandemi predator tersebut semakin mencekam kabupaten ini, lantaran nyaris terjadi setiap hari dengan jumlah bervariatif.

Sehingga mendesak diperlukan keteladanan para pejabat kabupaten setempat, sebab di tengah masyarakat mesti berwaspada dan bersiaga menghadapi penularan wabah yang cendedrung melonjak tajam menjelang akhir 2020.

Justru kalangaan birokrat dan legislator di kabupaten malahan terkesan semakin rajin bepergian ke luar daerah. Antara lain Pangandaran, Jakarta, Bali, Yogyakarta, Padang, dan sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Mereka umumnya beralibi studi banding atau kunjungan kerja luar daerah. Padahal banyak anggaran pembangunan dirasionalisasi serta direalokasi karena Covid-19.

Hal itu seperti antara lain sempat disinggung anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Fraksi PAN Ade Kaca.

Sedangkan Kabupaten Garut  pun per 30 November-6 Desember 2020 berzona merah sebagai daerah berisiko tinggi terjadi penularan di Jawa Barat. Pada 15 Desember 2020, Bupati Rudy Gunawan juga menyatakan Garut dalam status Siaga Bencana.

Yakni Bencana Covid-19 dan Bencana Alam hingga Maret 2021. Sekitar 17.000 pengurus Rukun Warga se-kabupaten dan sejumlah rumah sakit/fasilitas pelayanan kesehatan terbagi pula atas tiga klaster disiapkan menangani pandemi.

Meski hingga kini belum tampak tanda-tanda kasus penularan di kabupatennya bisa menurun.

Menjadikan setiap penduduk senantiasa mewaspadai potensi acaman penularan wabah coronavirus diseas 2019 dengan meningkatkan protokol kesehatan. Tak cukup hanya melaksanakan tiga perilaku kunci pencegahan berupa 3M, melainkan 4M.

“Memakai masker dengan baik, Menjaga jarak, Mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan Menjaga imunitas tubuh.”

Menjaga imunitas tubuh bisa dilakukan dengan membiasakan berpola hidup bersih dan sehat, makan/minum asupan bergizi seimbang, berolahraga teratur, istirahat cukup, mengelola stres secara baik, tak mudah panik, dan senantiasa meningkatkan ‘keimanan kepada Allah SWT’ (protokol keimanan).

Namun para tokoh, pejabat negara maupun pejabat publik juga semestinya menjadi teladan perilaku baik menghadapi pandemi.

“Semestinya jika dimaknai lebih fokus bagaimana komitmen kita memutuskan rantai penyebaran, seharusnya, siapapun itu, termasuk pejabat, tinggal di rumah. Jangan lantas ramai membuat rapid tes Covid-19 di mana-mana dengan tujuan ingin jalan-jalan ke luar daerah. Kalau kita berkeliaran ke luar daerah, tentu baliknya jadi masalah. Berangkat tak ada apa-apa, tapi pulang bawa masalah,” imbuh politisi PAN pula.

Kasus penularan di Kabupaten Garut berdasar data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 per 20 Desember 2020 mencapai 3.355 kasus dengan kematian mencapai 86 kasus.

Terakhir, volume harian kasus baru positif Covid-19 menembus 50 kasus terdiri 29 perempuan dan 21 laki-laki berusia satu hingga 71 tahun. Mereka berasal dari 16 kecamatan.

Yakni Tarogong Kaler (11 kasus), Tarogong Kidul (8 kasus), Samarang (6 kasus), Kadungora (4 kasus), Karangpawitan (3 kasus), Leles (3 kasus), Pakenjeng (3 kasus), Cilawu (3 kasus), Balubur Limbangan (2 kasus)

Sukawening (2 kasus), Cisurupan (1 kasus), Banjarwangi (1 kasus), Cikajang (1 kasus), Garut Kota (1 kasus), dan Pangatikan (1 kasus).

Bersamaan penambahan kasus positif tersebut, terdapat tiga kematian, yakni laki-laki (KC-2377) 51 tahun dari Kecamatan Pasirwangi (terlaporkan meninggal pada tanggal 17 Desember 2020) dan laki-laki (KC-3165) 47 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler serta laki-laki (KC-3277) 67 tahun dari Kecamatan Pangatikan.

Sedangkan pasien dinyatakan sembuh mencapai 27 pasien, terdiri 14 dan 13 perempuan, berusia antara dua tahun sampai 69 tahun. Sehingga keseluruhan pasien sembuh menjadi 1.875 kasus.

“Masih ada 1.394 pasien positif dalam isolasi perawatan,” ungkap Koordinator Humas GTPP Covid-19 Garut Muksin.

******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here