Kemarau Berkepanjangan Juga Berdampak Kenaikan Harga Sayur-mayur

0
12 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 03/11 – 2015 ).

H. Dayat Beserta Akhmad Wahyudin.
H. Dayat Beserta Akhmad Wahyudin.

Kemarau berkepanjangan selama ini, juga antara lain berdampak terjadinya kenaikan harga sayur-mayur di Pasar Ciawitali Guntur, Garut, Jawa Barat.

Kepala UPTD Pasar pada Disperindag kabupaten setempat H. Dayat, S.Sos didampingi Kepala Subag Tata Usaha Akhmad Wahyudin, SE mengemukakan, meski ragam jenis sayuran tersebut mengalami kenaikan harga.

Tetapi hingga kini kondisi persediaannya masih sangat memadai.

Siap Panen.
Siap Panen.

Di antaranya kol semula bisa diperoleh dengan harga Rp3 ribu per kilogram kini menjadi Rp8 ribu per kilogram, bahkan di warung warung pemukiman penduduk bertengger dengan harga Rp10 ribu per kilogram.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (03/11-2015), mereka katakan pula wortol meski berukuran kecil kini dijajakan dengan harga Rp12 ribu per kilogram, padahal semula bisa diperoleh dengan harga Rp5 ribu per kilogram.

Kemudian buncis dari semula Rp4 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram, sedangkan kacang tanah Rp26 ribu per kilogram.

Bisa Tumbuh Subur.
Bisa Tumbuh Subur.

Disusul kacang kedelai import, serta kacang kedelai produk lokal masing-masing seharga Rp9 ribu per kilogram, sedangkan tomat harganya juga dinilai melambung dari semula Rp2 ribu per kilogram menjadi Rp7 ribu per kilogram.

Kentang pun ikut latah, harganya naik dari semula Rp8 ribu per kilogram menjadi Rp10 ribu per kilogram, bawang merah Rp14 ribu per kilogram, serta bawang putih Rp20 ribu per kilogram.

Namun dipastikan menjelang perayaan natal dan tahun baru masehi, kondisi harga sembilan bahan pokok, serta barang kebutuhan penting lainnya di Pasar Ciawitali Guntur, tak akan mengalami lonjakan atawa bisa berlangsung normal, ungkap H. Dayat serta Akhmad Wahyudin, menambahkan.

********