Kemarau Berkepanjangan Jadikan Taman Satwa Cikembulan “Oase”

0
17 views
Rudy Arifin, SE

“Pemenuhan Kebutuhan Minum Satwa Tetap Berstandar Kualitas”

Garut News ( Ahad, 30/09 – 2018 ).

Rudy Arifin, SE

Meski selama ini masih berlangsung kemarau berkepanjangan, namun justru bisa menjadikan Taman Satwa Cikembulan di Kadungora Garut, Jawa Barat, menyerupai “oase”.

Lantaran berdasar keilmuan geografi, oasis atau oase tersebut. Suatu daerah subur terpencil di tengah gurun, dikelilingi sumber air sehingga menjadi habitat satwa bahkan manusia pada area cukup luas.

Jajaran Pengurus DKM Kadungora Apresiasi Positip Penerbitan Buku Taman Satwa Cikembulan.

“Karena itu, kemarau ini tak mengurangi jumlah kunjungan pada lembaga konservasi tersebut,” ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE kepada Garut News, Ahad ( 30/09 – 2018 ).

Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Anggota PKBSI.

Para pengunjung Taman Satwa Cikembulan termasuk kalangan wisatawan, justru kini bisa sekaligus menikmati sejuknya ragam vegetasi pepohonan. Juga hembusan semilir angin dari bentangan lereng kaki Gunung Haruman.

Eman yang Tak Mungkin Bisa Hentikan Laju Kereta Api.

Kendati sejak sepekan terakhir menyelenggarakan penyedotan air dari Sungai Cigunungagung dengan biaya operasional Rp200 ribu setiap hari, guna menstabilkan pasokan air ke beberapa kolam.

Sedangkan pemenuhan kebutuhan minum setiap seluruh koleksi satwanya termasuk membersihkan masing – masing kandang mereka, tetap memanfaatkan air bawah tanah yang dijamin kebersihan dan kejernihannya.

Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas.

Pada kemarau panjang ini pun, kualitas pemberian pakan satwa tetap berstandar. Sehingga dapat terjaminnya kesejahteraan satwa, ujar Rudy Arifin pula.

Justru yang selama ini sangat mengkhawatirkan, terdapatnya lintasan kereta api tak berpintu di Kampung Hujung Desa Cikembulan Kadungora.

Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Anggota PKBSI.

Sebagaimana diungkapkan seorang relawan, Eman (56), yang sejak dua tahun lebih menjadi juru atur arus lalu lintas.

Orangutan di Taman Satwa Cikembulan, Asyik Bermain Air Mancur.

Ayah tiga anak dan kakek tiga cucu ini katakan, hanya mendapatkan imbalan sukarela dari pengendara yang melintasi rel tak berpintu itu, rata – rata pendapatannya setiap harinya berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu.

Pada lintasan ini banyak menelan korban, malahan belum lama ini pun ada dua pejalan kaki tewas terseret kereta api, ujar Eman.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.