Kemampuan Manajerial Tak Hanya Ditentukan Pendidikan Formal

0
52 views

Garut News ( Selasa, 28/10 – 2014 ).

Yuda Puja Turnawan. (Foto : John Doddy Hidayat).
Yuda Puja Turnawan. (Foto : John Doddy Hidayat).

Kalangan legislatif dari Komisi C DPRD Kabupaten Garut, Yuda Puja Turnawan menyatakan, kemampuan atawa skil manajerial individu tak hanya ditentukan dari pendidikan formal.

Melainkan bisa juga diperoleh dengan maksimal, antara lain dari keuletan, bakat dan kemauan keras belajar secara “otodidak” serta berlatih, ungkapnya kepada Garut News, Selasa (28/10-2014).

Dikemukakan Yuda Puja Turnawan, terdapat sepuluh individu terkaya di dunia yang ternyata mereka itu “bukan sarjana”, atawa lulusan perguruan tinggi manapun.

Tetapi selama hidupnya, mereka terus-menerus berinovasi dan berkreativitas, demikian pula hanya dengan sosok Susi Pudjiastuti.

Kalangan Nelayan Selatan Garut, Jawa Barat. (Foto : John Doddy Hidayat).
Kalangan Nelayan Selatan Garut, Jawa Barat. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sebagai pengepul ikan hanya bermodalkan awal dana pinjaman Rp750 ribu, namun kini omset perusahaannya mencapai triliunan rupiah.

“Karena itu, selain hak prerogatif presiden mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, juga hendaknya kita tunggu bersama produk kerja bersangkutan, apakah sesuai dengan harapan dan keyakinan Presiden Joko Widodo,” imbuh Yuda Puja Turnawan, menyerukan.

Lantaran selama ini pun, Susi Pudjiastuti terbukti mampu kerap membuka peluang usaha seperti lintasan jalur penerbangan pada kawasan terisolir, yang sama sekali tak disentuh maskapai penerbangan lainnya.

Berupa jalur penerbangan perintis yang tak gemuk, ke pelosok Papua dengan hanya berkondisi “lapangan terbang” (lapter) berumput, tetapi tetap tangguh dijalaninya.

Bahkan terbukti pula membantu pemerintah memasok mobilitas transfortasi barang dan jasa, ungkap Yuda Puja Turnawan, antara lain menambahkan.

Komisi C DPRD Kabupaten Garut, membidangi sektor perindustrian, perekonomian, dan keuangan.

Dalam pada itu, kalangan petani dan nelayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, termasuk Sudarman(54), katakan sangat senang Susi Pudjiastuti diangkat menjadi menteri.

Lantaran dia itu, tahu persis bagaimana susahnya maupun penderitaan kehidupan para nelayan, ungkap Sudarman, nelayan asal Mancagahar Pameungpeuk, Garut, tersebut. (Jdh).

“Ogah Jadi Cleaning Service”

Tempo Institute, lembaga pendidikan perusahaan portal berita ini sempat menerbitkan sebuah buku berjudul Menjadi Indonesia; Surat dari dan untuk Pemimpin pada Desember 2012.

Buku itu berisi tulisan orang-orang yang sukses di Indonesia untuk para pemimpin bangsa. Salah satunya adalah tulisan tangan Susi Pudjiastuti yang kini resmi dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

Dalam buku tersebut, Susi sempat membeberkan kisah hidupnya hingga sukses mendirikan PT ASI Pudjiastuti Aviation, operator penerbangan Susi Air.

Perempuan 49 tahun ini mengaku tak mengantongi Ijazah Sekolah Menengah Atas lantaran meninggalkan jenjang pendidikan itu saat masih kelas dua pada 1982.

“Saya sadar dengan berbekal ijazah SMP, tak satupun perusahaan yang akan mempekerjakan saya. Kalaupun ada hanya sebatas cleaining service,” kata Susi dalam buku tersebut.

Kendati Susi menyadari kelakuannya itu salah, tetapi wanita kelahiran Pangandaran, Jawa Barat itu tak menyesal.

Susi menilai putus sekolah bukanlah akhir dari segalanya. “Yang saya tahu waktu itu adalah school was just not my thing.”

Penerima Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia (2005) akhirnya berjuang untuk bertahan hidup dengan caranya sendiri.

Dia tak ingin putus sekolah membuatnya bergantung pada orang lain. “Saya tidak suka ketergantungan karena itu bisa mengurangi kemandirian,” tulisnya.

Susi yakin perjuangannya akan menghasilkan sesuatu yang positif. Bagi Susi, manusia diberi pilihan untuk menciptakan jalan hidup yang dipilihnya.

Karena keyakinan itu, Susi tak pernah berhenti berusaha. Menjual bed cover, cengkeh, hingga ikan hasil tangkapan nelayan digelutinya untuk bertahan hidup.

“Pokoknya apa saja yang bisa saya kerjakan, saya kerjakan,” tulis Susi. Ia lantas menemukan jalan rezeki setelah menggeluti bisnis lobster, hasil tangkapan nelayan di daerahnya.

Bisnisnya kian menggurita. Kini, selain menggeluti bisnis perikanan, Susi juga mendirikan perusahaan penerbangan perintis dan aktif di bidang lingkungan hidup.

TRI SUHARMAN/Tempo.co