Kemaksiatan Penyebab Pengundang Datangnya Azab Allah SWT

0
6 views
KH. Tanthowi Musaddad, MA Menjadi Imam/Khotib Shalat Istisqa, Jum’at (30/10-2015), di depan pelataran Komplek Islamic Centre Garut, diselenggarakan Keluarga Besar “Forum Silaturahmi Muslim Indonesia” (FOSMI) kabupaten setempat Pimpinan H. Casmiryono, ST.
Ilustrasi.

“Beristighfar Senjata Ampuh Menolak Azab”

Garut Ne ( Selasa, 17/08 – 2019 ).

Pimpinan Pondok Pesantren Al Masaadah Kecamatan Tarogong Kidul KH Aceng Abdul Rohman mengingatkan jamaah, agar senantiasa bertaubat, beristighfar, dan menjauhi maksiat.

Sebab, kemaksiatan merupakan penyebab kurangnya keberkahan sekaligus pengundang datangnya azab Allah SWT.

Dikemukakan, Sang Pencipta takkan menurunkan azab ke suatu kaum selagi kaum tersebut suka beristighfar. Beristighfar merupakan senjata ampuh menolak azab.

“(Kebanyakan) orang sekarang tak peduli dosa. Yang penting cari untung. Berapa banyak orang yang tak salat, berzina terang-terangan ? Semua itu mengotori bumi ini, keberkahan berkurang, dan bisa menyebabkan azab Alloh turun. Karenanya, mari kita beristighfar, bertaubat sebelum ajal datang. Semoga permohonan kita agar hujan turun dikabulkan dengan hujan yang penuh barokah,” imbuh Aceng.

Disampaikannya dalam wasiat khutbahnya usai shalat sunat istisqa, di lapangan Setda Garut, Selasa (17/09-2019), diikuti sekitar 500 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Garut.

Sebagian mereka antusias membawa sendiri sajadah untuk shalat. Kendati pihak penyelenggara menggelar karpet merah untuk shalat tersebut.

Sebelumnya, Bupati Garut Rudy Gunawan katakan shalat istisqa digelar lantaran dalam beberapa bulan ini hujan tak pernah turun di Garut. Sehingga Garut darurat kekeringan, dan berdampak pada masyarakat kekurangan air, terutama petani.

Karenanya, dia mengajak jajaran pegawai Pemkab Garut shalat istisqa agar hujan segera turun.

Namun tak semua peserta upacara bendera ternyata turut shalat istisqa. Beberapa di antara mereka langsung bertolak menuju masing-masing tempat kerjanya, dan lainnya hanya menyaksikan dari jauh.

Beberapa di antara ASN bahkan sempat ragu kalau-kalau shalat istisqa saat ini terlalu dini. Terlebih dilaksanakan di tempat terbatas dengan peserta sebatas para pegawai Pemkab Garut.

Tak seperti biasanya jika shalat istisqa digelar dengan melibatkan masyarakat berbagai kalangan, tua muda, bahkan menggiring hewan ternak ke lapangan sekitar lokasi shalat.

Terlebih, sebagian menilai musim kemarau baru berlangsung sekitar lima bulan.

“Kemarau kan baru empat-lima bulanan. Meskipun di beberapa tempat mulai kekurangan air. Sawah, dan kebun kering, tapi kebanyakan itu di daerah dataran tinggi. Masyarakat yang kekurangan air bersih juga masih bisa ditangani, belum gawat-gawat amat. Situ Bagendit masih ada air. Cimanuk juga belum kering. Apa memang sudah pas waktunya salat istisqa sekarang?” ujar salah satu ASN.

Yang lainnya menimpali, kalaupun memang mau digelar istisqa, alangkah baiknya jika digelar di daerah yang memang paling terdampak kekeringan hingga mengalami krisis air.

“Shalat istisqa itu kan isinya taubat. Lantas mau turun bagaimana rahmat Allah yang berupa hujan, kalau tetap saja bermaksiat, berdusta, dan korupsi?” katanya.

*********

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here