Keluarga Penghafal Alquran

0
85 views
KH. Zainal Muttaqin Malam Nuzulul Qur’an di Masjid An'nur Perum Citra Sentosa, Rabu Malam.

Hikmah 29 Apr 2021, 03:30 WIB

Lantunan Ayat Suci Alqur’an Oleh Ketua DKM An’Nur, Ganjar Jojon Johari, ST.MT.

“Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kaum Muslimin keluarga penghafal Alquran”

OLEH IMAM NUR SUHARNO

Dikisahkan, Abdullah bin al-Mubarak, laki-laki asal Bashrah, berniat menuju Masjidil Haram untuk menunaikan ibadah haji. Saat itu, matahari bulan Syawal bersinar terik. Dalam kondisi kepayahan, tiba-tiba ia melihat sebuah titik hitam dari kejauhan yang semakin lama menjadi jelas bahwa titik hitam itu ternyata adalah seorang wanita.

 “Assalaamualaikum,” sapa Abdullah dengan hati-hati. Salaamun qaulan min rabbir rahiim” (“Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan yang Maha Penyayang), jawab wanita itu. Abdullah pun terkejut sekaligus heran karena salamnya dijawab dengan petikan ayat surah Yasin.

Bersuasana Sarat Kekeluargaan.

“Hendak ke manakah engkau?” tanya Abdullah lagi.

Subhaanalladzii asraa bi’abdihii lailan minal masjidil haraami ilal masjidil aqshal ladzii baaraknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa innahu huwas samii’ul bashiir. (Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui), ujar wanita itu.

Berlangsung Hidmat dan Bersahaja.

Abdullah semakin takjub. Ia pun mulai mengerti bahwa wanita itu hanya mau menjawab setiap pertanyaan dengan Alquran. Rupanya, wanita itu baru saja selesai menunaikan perjalanan dari Tanah Suci dan hendak kembali ke kampung halamannya di Baitul Maqdis, Palestina.

Kemudian, Abdullah bertanya lagi, “Berapa lama engkau tersesat di tempat ini?”

Tsalaatsa layaalin sawiyya (Selama tiga malam, padahal kamu sehat), jawab wanita itu mengutip surah Maryam. Abdullah semakin bertambah takjub dengan kemampuan wanita itu menggambarkan keadaan dirinya dengan menukil ayat-ayat Alquran.

Tingginya Semangat Beribadah.

“Mengapa engkau tidak berbekal sedikit pun makanan dan air?” tanya Abdullah mengemukakan keheranannya melihat wanita itu tanpa membawa bekal sedikit pun.

Walladzii huwa yuth’imunii wayasqiin (Dan Tuhanku, yang Dia memberi makan dan minum kepadaku), jawabnya.

Meluber Hingga Pelataran Samping Masjid.

Begitu seterusnya, setiap pertanyaan Abdullah selalu dijawab dengan ayat-ayat Alquran. Wanita tersebut tidak pernah mengeluarkan kata-katanya sendiri, semua diambilnya dari Alquran. Abdullah pun semakin ingin mengetahui alasannya. Ia bertekad mengantarkan wanita tersebut ke kafilahnya dan mencari tahu.

Setelah bertemu rombongan wanita itu dan ketiga orang putranya, Abdullah segera mengajukan pertanyaan yang menggelitik pikirannya sejak bertemu dengan wanita berlisan suci tersebut. “Tuan Abdullah, ini memang sudah merupakan tekad kami untuk hanya berbicara menurut Alquran minimal 40 tahun,” ungkap salah satu putra wanita itu. Abdullah pun bertakbir dan bertasbih.

Dihadiri Kalangan Emak-emak.

Allahuakbar. Kisah tersebut memberikan inspirasi bagi setiap kita yang merindukan memiliki keluarga penghafal Alquran. Keluarga yang diistimewakan dan dimuliakan di dunia dan dimuliakan di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari golongan manusia.” Kemudian para sahabat bertanya, “Siapa mereka, wahai Rasulullah?”

Jawab beliau, “Ahli Alquran adalah keluarga Allah dan yang diistimewakan” (HR Nasai).

Semoga Allah menganugerahkan kepada kita kaum Muslimin keluarga penghafal Alquran. Amin.(Republika.co.id).

Di Kabupaten Garut, Bupati Rudy Gunawan menghadiri Peringatan Malam Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Kecamatan Garut Kota, Rabu malam (28/04-2021).

Rudy Gunawan berharap masyarakat bisa mengoptimalkan membaca dan menghafal alqur’an.

Dia antara lain mengajak masyarakat menjadikan alquran sebagai pedoman dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari, baik meningkatkan ketakwaan maupun antar hubungan manusia.

******

Ilustrasi Fotografer : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here