Kelahiran Tiga Singa Berkahi 205 Tahun Garut

0
69 views
Shinta Mengawasi Ketat dan Mengasuh Ketiga Anaknya, yang Dilahirkan pada 12 Desember 2017.

Garut News ( Ahad, 11/02 – 2018 ).

Shinta Mengawasi Ketat, dan Mengasuh Ketiga Anaknya, yang Dilahirkan pada 12 Desember 2017.

Kelahiran tiga anak singa pada “Lembaga Konservasi” (LK) Cikembulan turut serta memberkahi Hari Jadi ke-205 Garut, lantaran taman satwa di kabupaten tersebut berhasil menyelenggarakan pengembangbiakan terkontrol maupun penyelamatan satwa dengan tetap memertahankan kemurnian jenisnya.

Fungsi LK ini dikemukakan DR DRH Ligaya Ita Tumbelaka SpMp, MSc pada pelatihan perawat satwa (Keeper Satwa) di Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat, Ahad (11/02-2018).

Dewa, Bintang, dan Bonar. Kini Berusia Dua Bulan.

Dosen Fakultas Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga antara lain sebagai Studbook Keeper Nasional Harimau Sumatra sejak 1992 hingga sekarang ini katakan, fungsi lain LK merupakan tempat pendidikan, peragaan, dan penitipan sementara.

Selain itu, sebagai sumber indukan dan cadangan genetik untuk mendukung populasi in situ, sarana rekreasi yang sehat, serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

DR DRH Ligaya Ita Tumbelaka SpMp, MSc Dengan Persuasif Edukatif Juga Humanis Memandu Para Keeper Untuk Memahami Tugas Pokok dan Fungsi Mereka.

Sedangkan organisasi LK terdiri otoritas pengelolaan satwa liar : Dirjen KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan otoriras ilmiah : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Secara detail Tumbelaka juga selaku Co – Coordinator GSMP Harimau Sumatra PKSBI sejak 2008 hingga sekarang, memaparkan pula definisi LK, bentuk LK, organisasi LK, etika kerja, sikap kerja profesional, struktur organisasi, penerapan kesejahteraan hewan, serta tugas pokok dan fungsi Tim Perawat Satwa, Keeper, Head Keeper, dan Kurator.

Tumbelaka, Wisnu Wardana, Rudy Arifin, Serta Susi Berdialog Interaktif Dengan Para Keeper Taman Satwa Cikembulan.

Juga dipresentasikan tugas pokok dan fungsi nutrisionist atau petugas dapur, tugas pokok dan fungsi Registrar, serta tugas pokok dan fungsi Studbook Keeper.

Ketua Bidang Pelatihan dan Penelitian PKSBI tersebut, mengingatkan agar bisa membebaskan satwa dari lapar dan haus, bebaskan dari ketidaknyamanan/penyiksaan fisik, bebaskan dari rasa sakit, cedera dan penyakit, bebas untuk dapat mengekpresikan berperilaku/hidup alami, serta bebaskan dari ketakutan dan rasa tertekan.

Rudy Arifin Bersama Susi Memandu Rangkaian In House Training.

Dengan terpenuhinya kebutuhan nutrisi, lingkungan, kesehatan, perilaku, serta mental, imbuh anggota Seaza Spesies Management itu.

Dijelaskan, indikator keberhasilan pengelolaan satwa liar berupa tumbuh berkembang, badan sehat dengan berat seimbang, kemampuan bereproduksi, dan masa hidup.

Sehingga dengan pemahaman karyawan LK mengenai pemeliharaan, dan perawatan satwa berupa pakan, kandang, dan sanitasi serta hygiene berlandaskan etika dan kesejahteraan satwa, bisa mewujudkan  satwa hidup sejahtera, satwa sehat, dan satwa berkembang biak, ungkap Ligaya Ita Tumbelaka.

“Potret Konservasi Satwa Endemik Khas Indonesia”

Berlangsung Dinamis.

Pada penyelenggaraan ‘In House Training Taman Satwa Cikembulan’ berlangung hingga 13 Februari 2018 yang diikuti seluruh Keeper serta pengelola LK itu, disajikan pula mengenai potret konservasi satwa endemik khas Indonesia oleh DRH Wisnu Wardana.

Praktisi Hewan Kesayangan, dan Satwa Liar ini antara lain mengemukakan, kekayaan flora dan fauna Indonesia beserta permasalahan yang dihadapinya, tiga kelompok satwa penghuni Nusantara, pertumbuhan penduduk bumi ancaman besar masalah lingkungan.

Rudy Arifin Amati Proses Evaluasi Pembelajaran.

Pertumbuhan penduduk Indonesia, serta populasi satwa di dunia. Di antaranya diingatkan 74 persen penyakit pada manusia bisa ditularkan dari hewan.

LK ungkap dia, merupakan benteng terakhir untuk perlindungan satwa yang semakin terancam, antara lain akibat kondisi habitatnya yang semakin terdesak pemenuhan kebutuhan sosial perekonomian manusia.

Seluruh rangkaian helatan ini, juga dipandu Kepala Sekretariat ‘Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia’ (PKBSI), Susi dan Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE.

Manager Taman Satwa Cikembulan Garut, Jawa Barat, Rudy Arifin, SE Bersama Seluruh Pengelola/Pemelihara Wahana Wisata Pendidikan pada Lembaga Konservasi ini.

Mengucapkan :

Selamat dan Dirgahayu Hari Jadi ke-205 Kabupaten Garut

(16 Februari 1813 – 16 Februari 2018).

“Gawe Rancage Mawa Raharja”

(Kerja Bersama Menuju Kesejahteraan).

Kiri ke Kanan, Antara Lain Gunadi, dan Agus Mulyanto dari Jawa Timur Park.

Rudy Arifin didampingi Asistennya Willy Ariesta menyatakan, tiga anak singa kini berusia dua bulan tersebut, diprediksi seluruhnya jantan masing-masing diberinya nama Dewa, Bintang, dan Bonar.

Mereka berasal dari pasangan Singa Afrika terdiri Rimba dan Shinta, yang berhasil dikembangbiakan setelah tiga tahun dikoleksi di Taman Satwa Cikembulan.

Tiga anak singa yang lahir 12 Desember 2017 seluruhnya kini berkondisi sehat, namun Rudy Arifin menawarkan kepada yang berminat menjadi ‘bapak angkat’ ketiga anak singa itu.

Beramah-tamah.

Yang juga merupakan keberhasilan bahkan kebanggaan Kabupaten Garut di ulang tahunnya ke-205, memiliki taman satwa yang mengemban fungsi lembaga konservasinya.

Pimpinan BBKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Garut, Purwanto ketika dihubungi Garut News masih berada di lapangan, sehingga belum bisa dimintai keterangan mengenai keberhasilan pengembangbiakan Singa Afrika di wilayahnya.

Si Jantan, Rimba.

Sekretaris Direktur Jawa Timur Park Ir Gunadi bersama Manager Operasionalnya Drs Agus Mulyanto antara lain katakan, berkunjung dan bermalam di Taman Satwa Cikembulan nyaman, serta bisa menikmati suasana LK ini.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.