Kekeringan di Garut Bisa Meranggas 33.221 Hektare

0
31 views
Cibatu Diranggas Kekeringan.
Kemarau Dampak Perubahan Iklim.

“Hingga Akhir Juni Capai 1.226 Hektare, 202 Hektare Di antaranya Puso”

Garut News ( Kamis, 04/07 – 2019 ).

Meski kekeringan di Kabupaten Garut hingga akhir Juni 1.226 hektare, 202 hektare di antaranya mengalami puso. Namun jika upaya penanggulangan tak dapat mencegah perluasannya, maka kasus tersebut mengancam 3.525 hektare bahkan bisa meranggas 33.221 hektare total luas pertanaman.

Staf Koordinator ‘Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan’ (POPT) kabupaten setempat, Ahmad Firdaus, S.Si katakan kekeringan 1.226 hektare hingga akhir Juni 2019 itu, selain 202 hektare di antaranya mengalami puso.

Juga menyebabkan pada musim tanam 2019 ini 712 hektare rusak ringan, 186 hektare rusak sedang, serta 130 hektare rusak berat lantaran diranggas kemarau akibat dampak perubahan iklim, katanya kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (04/07-2019).

Berdasar periode laporan 16 – 30 Juni 2019, kekeringan terparah meranggas 310 hektare di wilayah Kecamatan Pameungpeuk meliputi 150 hektare puso, 28 hektare rusak ringan, 44 hektare rusak sedang, dan 88 hektare rusak berat.

Disusul kekeringan melanda 141 hektare di wilayah Kecamatan Cibatu, juga antara lain berakibat 71 hektare rusak ringan, 62 hektare rusak sedang, delapan hektare rusak berat, sedangkan yang mengalami puso masih belum diketahui.

Berdasar pantauan lapangan tim liputan Garut News juga menunjukan, kekeringan mencapai 1.226 hektare tersebut sangat berdampak pada kondisi sosial ekonomi sekitar 6.130 Kepala Keluarga (KK) petani, sebab mereka selama ini menghidupi sekira 30.650 anggota keluarganya.

Penanganan kasus kekeringan yang meranggas sejak Mei 2019 hingga akhir Agustus mendatang itu, dengan upaya gilir giring dan pompa air, ungkap Ahmad Firdaus.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here