Kehilangan Penghasilan Petani Garut Capai Rp70,9 Miliar

0
26 views
Dampak Terjangan Kekeringan di Garut, Jabar.
Syarifudin dan Ahmad Firdaus, ‘Concern’ Menganalisa Laporan dari Setiap Wilayah Kecamatan.

“Kehilangan 12,89 Juta kg GKG, Juga 440.960 Penduduk Kehilangan Penghasilan”.

Garut News ( Kamis, 15/08 – 2019 ).

Hingga 15 Agustus 2019 petani di Kabupaten Garut, Jawa Barat, kehilangan penghasilan mencapai Rp70.896.721.775 lantaran raibnya produksi 12.890.313 kilogram ‘Gabah Kering Giling’ (GKG) atau setara 9.023.219 kilogram beras.

Koordinator “Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan” (POPT) kabupaten setempat Syarifudin didampingi stafnya Ahmad Firdaus katakan besarnya kerugian petani itu, akibat kemarau panjang meranggas 2.756 hektare tanaman padi sawah.

Kekeringan Paling Parah Menerjang Wilayah Kecamatan Malangbong Mencapai 359 Hektare.

Tersebar pada 276 desa di 40 wilayah kecamatan, hanya Kecamatan Bayongbong dan Cigedug masih bebas kekeringan, meski di Bayongbong ada empat hektare terancam serta 14 hektare di Cigedug, ungkap mereka, Kamis (15/08-2019).

Dari 2.756 hektare tersebut terdiri 1.469 hektare di antaranya puso atau gagal panen berkehilangan produksi 8.697.949 kilogram GKG setara 6.088.564 kg beras bernilai Rp47.838.719.500,- ujar Kepala Seksi Serelia Dinas Pertanian Garut, Endang Junaedi.

Kemudian 423 hektare rusak berat kehilangan produksinya 2.128.896 kilogram GKG setara 1.490.227 kg beras bernilai Rp11.708.925.525 dengan asumsi Rp5.500 harga setiap kilogram.

Disusul 530 hektare rusak sedang kehilangan produksi 1.569.065 kilogram GKG setara 1.098.345 kg beras bernilai Rp8.629.857.500,-

Serta 334 hektare rusak ringan kehilangan produksi 494.404 kilogram GKG setara 346.082 kg beras bernilai Rp2.719.219.250,-

Endang Junaedi juga mengemukakan, kekeringan yang meranggas 2.756 hektare tanaman padi sawah tersebut milik 110.240 ‘kepala keluarga’ (KK) petani dengan asumsi setiap hektare dimiliki 40 petani termasuk didominasi petani gurem.

Mereka menghidupi 440.960 anggota keluarga dengan asumsi setiap KK petani bertotal empat anggota keluarga, yang kini berkondisi “kehilangan penghasilan”, diperparah yang terancam kekeringan mencapai 3.006 hektare.

“Menerjang Bawang, Cabai, Jagung, dan Kedelai”

Rakhmat Jatnika Bersama Endang Junaedi.

Syarifudin dan Ahmad Firdaus menjelaskan pula, kekeringan akibat kemarau panjang juga menerjang komoditas bawang merah, cabai, jagung, dan kedelai.

Di Desa Tenjonagara Sucinaraja, terdapat 20 hektare tanaman bawang merah dilanda kekeringan masing-masing menyebabkan 10 hektare rusak berat, dan sedang.

Sedangkan pada tiga desa di Kecamatan Cisurupan, ada 13 hektare tanaman cabai rusak ringan diranggas kekeringan.

Kemudian kekeringan pun menerjang 1.567 hektare tanaman jagung tersebar pada 53 desa di 11 kecamatan, 1.113 hektare di antaranya gagal panen, 123 hektare rusak berat, 285 hektare rusak sedang, serta 46 hektare rusak ringan, terancam 429 hektare.

Seluas 313 hektare tanaman kedelai pada 14 desa di dua kecamatan juga kekeringan, 312 hektare di antaranya gagal panen, satu hektare rusak ringan, dan terancam satu hektare, katanya pula.

Upaya penanganan kekeringan tanaman padi sawah selama ini, dengan menyelenggarakan gilir giling.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here