Kehancuran Perekonomian Pedagang Limbangan Kembali Merangkak Dibangun

0
100 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 29/05 – 2016 ).

 

Berswadaya Kembali Dibangun.
Berswadaya Kembali Dibangun.

Kehancuran perekonomian para Pedagang Limbangan hingga mencapai sekitar Rp18 miliar, mereka sampai sekarang, Ahad (29/05-2016), dengan merangkak atawa sangat tertatih-tatih secara berswadaya berupaya keras membangun kembali penyangga perekonomiannya tersebut.

Lantaran nyaris tak tersisanya sarana perdagangan itu, ludes rata dengan tanah diranggas kobaran api melanda pasar darurat Pasar Limbangan di Lapang Pasopati Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat, Rabu (18/05-2016) lalu.

Basar Suryana dan Rekan, Semakin Intens Lakukan Proses Pendataan.
Basar Suryana dan Rekan, Semakin Intens Lakukan Proses Pendataan.

Ketua “Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan” (P3L), Basar Suryana katakan pihaknya pun masih gencar menginventarisir pendataan para pedagang yang mulai membangun kembali sekitar 224 kios beserta 384 los bisa bertambah pada areal tanah seluas  900 m2.

Komplek pasar darurat ini kembali didirikan, antara lain berdasar izin tertulis dari Kepala Desa Limbangan Tengah sampai tuntasnya seluruh permasalahan dengan PT Elva Primandiri.

Sedangkan pertimbangan lainnya, selain faktor kemanusiaan juga sebagian besar pedagang korban kebakaran merupakan penduduk Desa Limbangan Tengah.

Kembali Berjualan Penuhi Desakan Kebutuhan "Kampung Tengah" atawa Perut.
Kembali Berjualan Penuhi Desakan Kebutuhan “Kampung Tengah” atawa Perut.

Dikemukakan Basar Suryana, Ahad (29/05-2016), pihaknya masih mendesak tuntutan dipenuhinya aspirasi warga pasar darurat, investigasi lingkungan.

Serta terdapatnya upaya serius penegakan hukum.

“Sehingga sama sekali tak bakal pindah, sebelum aspirasi dipenuhi,” tandasnya pula.

Menyusul kondisi pasar baru yang dibangun PT. Elva Primandiri, di antaranya harga jauh lebih mahal.

Kemudian zonasi dinilai semrawut, serta belum tentutasnya proses “Analisa Mengenai Dampak Lingkungan” (Amdal).

Kehidupan Kudu Terus Berjalan.
Kehidupan Kudu Terus Berjalan.

Dijelaskan Basar, sekitar 60 persen para pedagang kembali berjualan di pasar darurat.

Dikermukakan pula, hingga kini Camat Limbangan sama sekali belum pernah mendatangi para korban menjadi abunya pasar darurat.

Meski hanya sekedar menyampaikan keprihatinan pun belum terdengar dari ucapan Camat, ungkap Basar Suryana.

Sebelumnya juga diberitakan, banyaknya fraksi DPRD Kabupaten Garut menyatakan prihatin.

Bahkan miris terjadinya kebakaran pasar darurat Pasar Limbangan di Lapang Pasopati.

Suasana Transaksi Jual Beli Saat Ini di Pasar Darurat.
Suasana Transaksi Jual Beli Saat Ini di Pasar Darurat.

Mereka juga meminta polisi bisa mengusut tuntas, peristiwa meluluhlantakkan sedikitnya 986 kios dan los pedagang tersebut.

Pengusutan perlu dilakukan secara terbuka agar kecurigaan sejumlah pihak tak menjadi konflik berkepanjangan. Bupati Garut juga didesak segera mengambil langkah diperlukan, terutama menyangkut nasib para pedagang menjadi korban kebakaran.

Demikian mengemuka pada Rapat Paripurna DPRD tentang Pembahasan Empat Buah Raperda 2016 di ruang rapat paripurna, Senin.

“Kami minta aparat melakukan identifikasi, dan hasilnya agar dipublikasikan terbuka agar isu merebak di masyarakat tak menjadi konflik berkepanjangan,” imbuh juru bicara Fraksi Demokrat-Restorasi, Mas Yayuk Siti Safuroh.

Tetap Setia Menunggu Konsumen Pelanggan.
Tetap Setia Menunggu Konsumen Pelanggan.

Pihaknya juga meminta Pemkab berpihak kepada masyarakat dengan melakukan sejumlah langkah.

Supaya dampak kebakaran tak mengganggu aktivitas pedagang pasar mencari nafkahnya.

Ungkapan senada dikemukakan Fraksi PAN. Juru bicara Fraksi PAN Iyus Rustaman menegaskan agar kasus kebakaran itu diusut tuntas.

“Aparat hukum agar melakukan penyelidikan asal kebakaran terjadi. Supaya saling suudzon tak berkembang,” ingatnya menyerukan.

Dikemukakan pula Fraksi Partai Hanura. Melalui juru bicaranya Indra Gumilar, mereka mengingatkan Bupati Garut siap menghadapi beragam kemungkinan dari dampak kebakaran, yang menyangkut kebutuhan hidup masyarakat ini.

Pembangunan Pasar Baru Yang Masih menyisakan Masalah.
Pembangunan Pasar Baru Yang Masih menyisakan Masalah.

Menanggapi hal itu, Bupati Rudy Gunawan menegaskan kepeduliannya dengan bertolak ke Balubur Limbangan dan membuka dialog dengan para pedagang. Dia bahkan mengklaim berkomitmen bersama Kapolres untuk melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut.

“Kami berkomitmen melakukan penyelidikan, dan minta Puslabfor Polri menyelidiki,” katanya.

Dia juga sempat menyatakan kekecewaannya dengan penolakan para pedagang atas solusi ditawarkan, seperti pindah ke gedung baru Pasar Limbangan. Termasuk pertemuan difasilitasi Kepala Staf Presiden di Jakarta yang tak membuahkan hasil.

Kantor Desa.
Kantor Desa.

Padahal, kata Rudy, pihaknya menawarkan tujuh solusi bagi pedagang. di antaranya memersilakan mereka pindah menempati gedung baru. dan mengusahakan bantuan bagi para pedagang kiosnya terbakar untuk mendapat kios. Namun pedagang tergabung P3L tetap menolak.

Dalam pada itu, para pedagang tetap menolak pindah ke gedung baru. Mereka lebih memilih bergotong royong membersihkan puing-puing bekas kios dan los.

Ini dilakukan untuk memfasilitasi para pedagang akan kembali membangun kios, dan los daruratnya di sana untuk berdagang lagi. Meski di sekitar areal bekas kebakaran masih terpasang garis polisi.

********

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here