Kegempaan “Waspada” Gunungapi Papandayan Fluktuatif

0
5 views

“PVMBG Memasang Tiga Perangkat Pemantau Baru”

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 22/11 – 2014 ).

Tim PVMBG Memasang Tiga Jenis Perangkat Baru di Gunungapi Papandayan.
Kepala Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan, Momon Bersama Tim PVMBG Memasang Tiga Jenis Perangkat Baru di Gunungapi Papandayan.

Kegempaan vulkanik dan tektonik Gunungapi Papandayan di Garut, Jawa Barat, yang sejak 2011 hingga kini masih berstatus “waspada”, berlangsung fluktuatif.

Bahkan sejak beberapa hari lalu Tim dari “Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi” (PVMBG) memasang tiga jenis perangkat pemantau baru.

Dr Heti Triastuti.
Dr Heti Triastuti.

Penanggungjawab Pos Pengamatan Gunungapi Wilayah Barat, Dr Heti Triastuti kepada Garut News di Gunungapi Papandayan, Sabtu (22/11-2014),  katakan produk kerja ketiga jenis piranti tersebut bisa langsung dipantau pada Pos Pengamatan Gunungapi Papandayan.

Pemasangan dilakukan pada hamparan Gunung Walirang berupa CCTV, kemudian pada lokasi beda berlangsung pemasangan Depormasi atawa Tilt Meter, guna mengetahui besarnya pembengkakan badan gunung.

Serta pemasangan perangkat pengukur suhu tanah.

Gunungapi Papandayan berketinggian 2.665 mdpl atawa 1.950 meter di atas dataran kota Garut, bertipe Strato tipe A.

Pertama kali meletus pada sekitar 11-12 Agustus 1771, berkarakter letusan berupa erupsi eksplosif preatomagmatik berskala menengah (dimanifestasikan sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik).
Tim PVMBG.
Tim PVMBG.

Secara berangsur, kekuatan erupsi melemah dan cenderung menghasilkan erupsi epusif magmatik (dimanifestasikan sejumlah leleran lava berkomposisi andesit).

Heti Triastuti juga menyesalkan kian banyaknya pengunjung termasuk anak-anak, padahal gunungapi ini masih berstatus waspada.
Selain itu, kini kian merebak marak berdiri kios pedagang kaki lima, bisa membahayakan lantaran kini juga kerap terdapat guguran tebingnya.
Didesak pertanyaan Garut News mengenai upaya mencegah bahaya bagi pengunjung dan masyarakat, Heti Triastuti katakan tergantung kebijakan Pemkab setempat.
Lantaran pihak PVMBG juga telah merekomendasikannya, tandasnya pula, singkat.
********