Keganasan Ombak Selatan Garut Banyak Telan Korban

by
Lepas Pantai Rancabuaya Garut.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News 9 Rabu, 18/05 – 2017 ).

Lepas Pantai Rancabuaya Garut.
Lepas Pantai Rancabuaya Garut.

– Waspadalah jika mengunjungi pantai Selatan Garut, Jawa Barat, Tak perlu bersikeras memaksakan kehendak berenang apabila tak mengenali detail kondisi daerahnya benar-benar aman.

Sehingga lebih baik mengutamakan keselamatan daripada kesenangan, merupakan pilihan yang sangat bijak.

Atensi tersebut laik dimiliki siapa pun mereka hendak menghabiskan masa liburan di kawasan pantai Selatan Garut. Lantaran, meski panorama alamnya memesona tetapi juga ombaknya kini sedang kurang bahkan tak bersahabat.

Menyusul sejak sepekan terakhir, puluhan pengunjung menjadi korban tergerus maupun tergulung arus ombak selama ini dikenal ganas itu. Terdapat tiga korban ditemukan meninggal dunia di kawasan pantai Santolo Cikelet, malahan lima korban lainnya masih dilakukan pencarian di pantai Rancabuaya Caringin.

Ombak Besar Menjadikan Banyak Nelayan Terpaksa Gagal Melaut.
Ombak Besar Menjadikan Banyak Nelayan Terpaksa Gagal Melaut.

Hingga Rabu (17/5/2017), petugas BPBD dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan setempat masih terus melakukan pencarian lima santri MTs Integral Hidayatulloh Depok, yang sebelumnya berenang di kawasan pantai Dora Rancabuaya Desa Purbayani Kecamatan Caringin.

Mereka terdiri Paisal (16), Wisnu (16), Rijal (16), Holid (16), dan Saepul (16).

Kepala Pelaksana BPBD Dadi Jakaria didampingi staf Imat Ruhimat katakan, kejadian berawal rombongan santri berangkat menuju pantai Rancabuaya, Senin (15/05-2017) pagi, tiba malam harinya. Terdapat 23 santri pada rombongan tersebut, didampingi seorang pengasuh, dan dua pengemudi.

Keesokan harinya, Selasa (16/05-2017) sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan bermain di kawasan pantai Dora Rancabuaya, dan berenang. Ketika itulah mendadak-sontak dihempas ombak yang menggulungnya, Ada 13 santri tergerus hingga lepas perairan bibir pantai.

Sedangkan delapan orang di antaranya bisa terselamatkan, namun lima korban lainnya raib menghilang tenggelam dibawa arus ombak.

Dua terselamatkan sempat mengalami kritis hingga dirawat di Puskesmas Caringin, masingt-masing Abiyu (16), dan Suktan (16).

Pencarian dilakukan penduduk bersama Tim dari sejumlah unsur masih belum membuahkan hasil. Hingga pencarian dilanjutkan keesokan harinya.

“Petugas masih terus melakukan penyisiran. Juga masih belum ditemukan. Sedangkan santri yang selamat, dipulangkan ke Depok,” ungkap pengasuhnya Irfan.

**********

(NZ).