Kedaulatan, Kemandirian, Ketahanan Pangan Diajarkan Nabi Yusuf AS

0
216 views

Garut News ( Kamis, 22/01 – 2015 ).

Anak-Anak Berbagi Makanan.
Anak-Anak Berbagi Makanan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Garut Ir H. Eddy Muharam, M.Si mengingatkan, kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan telah diajarkan oleh Nabi Yusuf AS.

Singkat ceritera, ungkap Eddy Muharam pada zaman Nabi Yusuf tersebut, sekitar dataran Mesir terdapat selama tujuh tahun bermusim subur, serta tujuh tahun kemudian bermusim “paceklik”.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Kamis (22/01-2015), Kepala Badan Ketahanan Pangan juga mengingatkan perlunya memaknai nilai filosofis peristiwa itu.

Eddy Muharam.
Eddy Muharam.

Lantaran selama tujuh tahun bermusim subur atawa bercurah hujan tinggi, setiap jengkal tanah ditanami tanaman pangan.

Disusul membangun banyak gudang penyimpanan hasil panen pertanian lengkap dengan bulirnya, sebagai proses pengawetan.

Maka hendaknya, kita pun kini lebih bisa memanfaatkan setiap jengkal lahan kudu dioptimalkan agar membuahkan produktivitas pangan masyarakat, terutama pada musim penghujan maupun saat bercurah hujan tinggi.

Selanjutnya simpanlah hasil panen ini di gudang-gudang dengan teknik penyimpanan yang baik, agar terjadi proses pengawetan.

Sedangkan pemanfaatan hasil panen hendaknya pula sesuai kebutuhan, sekaligus menyisihkannya untuk kelanjutan proses pembibitan.

Harga Beragam Jenis Beras di Garut Kerap Berfluktuatif.
Harga Beragam Jenis Beras di Garut Kerap Berfluktuatif.

Masih memaknai kearifan diajarkan Nabi Yusuf AS, juga selektif melakukan alih fungsi lahan sesuai dengan peraturan atawa regulasi, supaya areal pertanian produktif tak semakin musnah.

Maupun terus berupaya meminimalisir terjadinya proses alih fungsi lahan, Katanya.

Eddy Muharam pun menyerukan, diperlukannya upaya nyata membangun gudang-gudang penyimpanan hasil panen, mulai tingkat kabupaten hingga di setiap seluruh desa/kelurahan.

Sehingga, kita bisa memiliki cadangan pangan di tingkat desa/kelurahan hingga tingkat kabupaten, yang kapan pun bisa dimanfaatkan jika mendadak sontak berlangsung krisis pangan atawa musim paceklik, imbuhnya.

Pemerintah pun hendaknya pula, bisa kerap membli hasil panen pangan masyarakat terutama apabila terjadi produksi melimpah, supaya petani tak mengalami kerugian akibat anjloknya harga.

Selain itu, secara berkesinambungan menyosialisasikan dan mengadvokasi masyarakat petani terhadap penanganan pasca panen, katanya pula

********

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here