Kebesaran Suku Asmat Tergores Gizi Buruk dan Campak

0
95 views
Produk Ukiran Kayu Asmat Dengan Tingkat Kesulitan Sangat Tinggi, Tersebar di Seluruh Dunia.

“Bersamaan Merebak – maraknya Para Pekerja Politik Penunggu Pohon”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 21/01 – 2018 ).

Produk Ukiran Kayu Asmat Dengan Tingkat Kesulitan Sangat Tinggi, Tersebar di Seluruh Dunia.

Suku Asmat yang produk ragam ukiran kayunya selama ini mendunia, bahkan ‘Museum of Natural Art di New York, Amerika Serikat’ memberinya ruang khusus bagi hasil kerajinan seni pahat ukiran kayu tersebut.

Namun kebesaran maha karya itu, kini tergores dalam kesedihan prahara gizi buruk dan campak yang menewaskan 59 anak meninggal dunia. Serta ratusan lainnya dirawat intensif di rumah sakit.

Padahal komunitas masyarakat asli Suku Asmat pun pernah dipercayakan pemerintah dan berhasil mengharumkan nama Indonesia pada pentas seni budaya internasional dengan memeroleh juara.

Lantaran lewat ukiran pahatan kayunya, menjadikan dunia berdecak kagum sekaligus mengakui orang Suku Asmat ini unik, kreatif dan belum tertandingi hasil karya tangan ukiran mereka.

Sangat menakjubkan bermotifkan beragam dengan tingkat kerumitan tinggi serta sarat makna budaya, termasuk motif-motif ‘antropomorfik’.

Antropomorfik, atribusi karakteristik manusia ke makhluk bukan manusia. Subyek antropomorfisme seperti binatang digambarkan sebagai makhluk dengan motivasi manusia, dapat berpikir dan berbicara, atau benda alam seperti angin atau matahari. Istilah antropomorfisme berasal dari bahasa Yunani.

Salah satu gambar di tebing Kaimana berupa antropomorfik. Gambar-gambar atau benda-benda bentuknya menyerupai manusia. Dibuat abstrak atau tak nyata, tetapi tetap memerlihatkan unsur-unsur bisa dikenali sebagai bagian dari tubuh manusia.

Tetapi sekarang, warisan generasi komunitas manusia mulia suku asli Asmat di Kabupaten Asmat, Papua tersebut, taraumatis berat sarat didera “kejadian luar biasa” (KLB) gizi buruk, dan campak.

Kasus ini pun peningkatan terjadi sejak Oktober 2017, banyak faktor menjadi penyebabnya. Diperparah akses geografis penyebab terjadinya kesenjangan pelayanan publik.

Kabupaten Asmat terletak sebelah tenggara Taman Nasional Lorentz di bagian tengah Pulau Papua, menjangkaunya menggunakan pesawat berpenerbangan khusus dari Bandara Timika dilanjutkan dengan kapal cepat.

Sangat tak memadainya ketersediaan akses sanitasi dan air bersih, jauhnya tempat masyarakat menjangkau fasilitas kesehatan, dan rendahnya pemahaman masyarakat pada pentingnya kesehatan, mewujudkan ragam faktoi risiko pelbagai jenis penyakit bisa mudah mewabah.

Juga diperparah rendahnya cakupan imunisasi campak maupun imunisasi rutin program pemerintah, menjadikan imunitas masyarakat terhadap penyakit kian rentan.

Maka 558 kasus campak terjadi sejak September 2017 silam dengan sedikitnya 59 kasus kematian.

Sebanyak 183 anak teridentifikasi sebagai balita kurus cenderung berpotensi gizi buruk jika tak segera ditangani secepatnya.

Noken, Kantong Produk Masyarakat Lokal Papua.

Lantaran akar permasalahannya perilaku hidup bersih dan sehat, masih sangat jauh dari karakter kehidupan masyarakat, yang juga diperparah pula tak tersedianya akses sanitasi dan air bersih.

Sehingga peran pemerintah sangat penting dan menentukan, melalui penyediakan ragam layanan kesehatan dan program-program strategis nasional.

“Merebak – maraknya Para Pekerja Politik Penunggu Pohon”

Asmat yang mengenaskan tersebut, terjadi nyaris bersamaan merebak – maraknya para pekerja politik menjadi penunggu pohon. Meski ruang publik itu milik khalayak yang semestinya bersih dari kepentingan sempit, dan sesaat.

Burung Surga, Cenderawasih.

Sebab ruang publik yang sepanjang lintasan jalannya sarat pepohonan sarat tertempeli gambar para pekerja politik, semestinya menjadi wahana inspirasi warga  merangkai gagasan sekaligus merajut kesetiakawanan sosial.

Khalayak pun berhak atas ruang terbuka yang nyaman, dan tak meneror. Renungkanlah Asmat yang malang dan nyaris menghilang dari ingatan.

*********

Pelbagai Sumber.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here