Kebakaran 491,35 Hektare Hutan Dipicu Vegetasi Kering

0
42 views

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Rabu, 07/10 – 2015 ).

Hamparan Bara Api Dari Hutan Terbakar.
Hamparan Bara Api Dari Hutan Terbakar.

Kebakaran sekitar 491,35 hektare hutan di kawasan konservasi “Cagar Alam/Taman Wisata Alam” (CA/TWA) Gunungapi Guntur, dan CA/TWA Papandayan sejak 19 Juli 2015 hingga kini, dipicu kondisi vegetasi alam yang kering.

Selain itu, juga diduga akibat aktivitas para pendaki gunung yang melakukan camping tak sempat mematikan api secara total, bahkan dimungkinkan pula kesengajaan dibakar oleh oknum.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) V Garut, Toni Ramdhani, BSc.F katakan jajarannya tetap melakukan patroli, meski masih terkendala keterbatasan personil, kendati pula ada indikasi akibat kesengajaan dibakar belum terdapat oknum yang tertangkap tangan.

Kepada Garut News di ruang kerjanya, Rabu (07/10-2015), dia mengemukakan kebakaran hutan CA/TWA Papandayan berlangsung sejak 25 Juli 2015 hingga 4 Oktober 2015 pada sekitar 12 blok, kobaran api meranggas sekitar 330,85 hektar hutan.

Pompa Air Pinjaman Dari Petani Setempat, Padamkan Bara Api.
Pompa Air Pinjaman Dari Petani Setempat, Padamkan Bara Api.

Kemudian kasus serupa kobaran api meranggas CA/TWA Kamojang berlangsung sejak 19 Juli 2015 hingga 3 Oktober 2015 juga pada sekitar 12 blok menghanguskan sekitar 160,5 hektar. Sehingga Total terbakar seluruhnya mencapai sekitar 491,35 hektare.

Dilakukan penutupan Pendakian dan camping atawa berkemah untuk umum di seluruh kawasan konservasi pada Seksi Konservasi Wilayah V Garut, hingga waktu belum ditentukan.

Sedangkan kunjungan wisata tetap dilakukan dengan petugas tetap melakukan pengawasan, pencegahan terhadap bahaya kebakaran hutan, ungkap Toni Ramdhani.

Proses pemadaman selama ini, antara lain sempat meminjam pompa air dari kalangan petani, katanya pula.

Diingatkan hingga sekarang masih ada beberapa titik api yang perlu diwaspadai, khususnya di Blok Citampang Arjuna pada CA Papandayan, imbuh Toni Ramdhani.

*******