Kawasan Bendung Copong Berpotensi Dijadikan Obyek Wisata

0
102 views

“Bisa mengairi daerah irigasi seluas 5.271 hektare, mencakup sepuluh wilayah kecamatan”

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Ahad, 04/01 – 2015 ).

Berdaya Tarik Banyak Dikungjungi.
Berdaya Tarik Banyak Dikungjungi.

Kawasan seputar pembangunan Mega Proyek Bendung Copong, yang launching dimulai pengerjaannya di Garut berlangsung sejak Juni 2004 atawa 11 tahun lalu oleh presiden saat itu, Megawati Soekarnoputri.

Selain untuk mengairi ribuan hektare sawah, juga berpotensi bisa dijadikan obyek wisata menarik.

Pembangunan bendung yang kini hampir tuntas tersebut, selama ini setiap hari-hari libur kian banyak didatangi penduduk sekitarnya sambil berolahraga pagi.

Bahkan pada siang dan sore pun, banyak didatangi pengunjung sekedar berfoto berlatar belakang komplek bangunan itu.

Sedangkan pada sisi kiri bendung ini, kerap terdapat penduduk menjala ikan atawa memancing.

Bergenangan air bersumber dari aliran sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat, bisa mengairi areal persawahan, juga fisik bangunan bendung besar dengan empat bangunan menara pengawas limpahan air Cimanuk, tampak cukup megah, menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.

Taman Bendung yang Juga Belum Tuntas Dilakukan Penataan.
Taman Bendung yang Juga Belum Tuntas Dilakukan Penataan.

Terlebih juga terdapat areal taman terlihat masih penataan. Mulai rerumputan hingga tanaman hias dan pohon peneduhnya.

Bahkan menurut penduduk lokal sekitar areal bendung atawa Irigasi Leuwigoong itu, memiliki daya tarik tersendiri dinikmati.

Yakni terdapatnya para penambang pasir tradisional pada hilir bendungan, penjala dan pencari ikan pada bekas aliran sungai Cimanuk sebelum dipindahkan alirannya ke arah selatan sekarang.

Dari arah Kampung Copong Kelurahan Sukamentri, Bendung Copong tampak megah berlatar Gunungapi Guntur tampak dari kejauhan.

Terdapat dua akses jalan masuk utama menuju Bendung Copong, dari arah selatan melalui Kampung Copong Kelurahan Sukamentri Kecamatan Garut Kota, dan dari arah barat melalui Nengewer Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi.

Kanal Pembungan Air Bendung Copong.
Kanal Pembungan Air Bendung Copong.

Lantaran terdapat larangan memasuki kawasan Bendung Copong, banyak pengunjung hanya menikmati keindahan tembok bangunan Bendung Copong dari pinggiran.

Namun tak sedikit dari mereka tetap masuk ke dalam area proyek sebab penasaran melihat bagaimana Bendung Copong membendung aliran sungai Cimanuk dari dekat.

Beberapa penduduk malahan datang ke Bendung Copong sambil membawa peralatan memancing ikan.

Meski  di pintu masuk areal terdapat larangan memancing di kawasan genangan air Bendung.

“Belakangan ini memang banyak datang bermain ke bendung. Ada sekadar jalan-jalan dan foto-foto, juga memancing ikan. Kalau benar-benar sudah jadi, sepertinya bakal jadi daerah wisata, ya,” ungkap Jaja(60) warga Kampung Copong Sukamentri Garut Kota, Ahad.

Kata dia, pengunjung datang ke sana bukan hanya warga lokal Garut melainkan juga luar Garut.

Pintu Air Bendung.
Pintu Air Bendung.

Tak sedikit pengunjung datang ke Bendung Copong dengan tujuan mengincar kemungkinan bisa memanfaatkan potensi genangan airnya untuk usaha ikan jaring terapung.

“Orang-orang dari Saguling dan Jatiluhur juga pernah datang ke sini. Katanya Bendung Copong ini bagus sekali, dan mereka juga tertarik hendak usaha ikan jaring terapung,” kata Jaja.

Jaja mengaku pula, penasaran ingin melihat bagaimana kondisi Bendung Copong apabila benar-benar rampung pembangunannya, dan pengoperasiannya diresmikan kelak.

“Kalau sekarang ini airnya terlihat normal saja. Tetapi saya penasaran bagaimana kondisinya kalau musim hujan. Sebab sungai Cimanuk ini punya karakter sendiri sulit dicegah. Biasanya di akhir kemarau, atau awal musim hujan,” ujarnya.

Jaja pun berharap, jika Bendung Copong rampung dan diresmikan penggunaannya, maka pemanfaatan airnya terutama untuk perikanan bukan hanya dinikmati mereka bermodal besar, melainkan juga masyarakat sekitar kawasan.

Mekanik Pengangkat Pintu Air.
Mekanik Pengangkat Pintu Air.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Garut, Uu Saepudin katakan pembangunan fisik bendung utama Bendung Copong tahun ini rampung, namun tinggal pembangunan saluran sekunder untuk bisa mengairi areal persawahan di hilir.

Menurutnya, pembangunan Bendung Copong bagi Daerah Irigasi Leuwi Goong Kabupaten direncanakan sejak 1990.

Bendung Copong direncanakan pula bisa mengairi gabungan jaringan irigasi teknis tersedia menjadi satu kesatuan sistem, sehingga bisa mengairi daerah irigasi seluas 5.271 hektare, mencakup sepuluh kecamatan.

Bendung bersumber  sungai Cimanuk, mata air Cibuyutan, Citameng, Citikey, dan Ciojar itu, direncanakan pula bisa mengairi tiga desa di tiga kecamatan, terdiri Desa Sukamantri Kecamatan Garut Kota,

Desa Sukasenang Kecamatan Banyuresmi, dan Desa Haurpanggung Kecamatan Tarogong Kidul.

*******

 

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.