Kawah Gunungapi Papandayan Disesaki Lima Ribu Pengunjung

0
105 views

“Pengunjung Makin Membludak, Lokasi Perkemahan Pondok Saladah Terpaksa Ditutup Lantaran Penuh”

Esay/ Foto : John Doddy Hidayat.

Garut News ( Sabtu, 25/10 – 2014 ).

Pengerjaan Konstruksi Hotmix, Sabtu (25/10-2014).
Pengerjaan Konstruksi Hotmix, Sabtu (25/10-2014).

Pada liburan tahun baru, 1 Muharam 1436 H atawa Sabtu (25/10-2014), sejak pagi hingga sore didatangi berkisar sedikitnya tiga ribu hingga lima ribu pengunjung kalangan wisatawan serta para pecinta alam.

Mereka di antaranya berasal dari “Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi” (Jabotabek), juga berdatangan dari Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Cirebon serta berasal dari daerah lainnya.

Sehingga terpaksa lokasi perkemahan “Pondok Saladah” terpaksa ditutup, lantaran sejak pagi penuh, ungkap para petugas BKSDA di Posko Gunungapi Papandayan kepada Garut News.

Kegiatan Rehabilitasi, Sabtu (25/10-2014).
Kegiatan Rehabilitasi, Sabtu (25/10-2014).

“Kami kaget, tetapi senang juga pengunjung yang berdatangan sangat banyak, lapangan parkir pun menjadi sesak dipenuhi beragam jenis kendaraan,” ungkapnya.

Membludaknya pengunjung yang “booming” ini, juga berkat gencarnya dilakukan perbaikan atawa rehabilitasi ruas badan jalan sepanjang lintasan menuju potensi wisata ini.

Kondisi tersebut, juga ditunjang sekarang liburan tahun baru hijriah, ungkapnya pula.

Sangat membludaknya pengunjung, antara lain menyebabkan banyak hendak berkemah terpaksa mencari lokasi lain, di luar zona Pondok Saladah.

Lintasan Semula Rusak Menjadi Mulus.
Lintasan Semula Rusak Menjadi Mulus.

Padahal biasanya paling banyak pun didatangi seribu hingga dua ribu pengunjung, ujar petugas BKSDA pula.

Pemantauan Garut News juga menunjukkan, kini terdapat penambahan anjungan pedagang seputar lapangan parkir nyaris menyerupai PKL, sehingga jika tak segera mendesak ditertibkan berpotensi bisa sangat merepotkan.

“Gencar Rehabilitasi Jalan”

Kepala Dinas Bina Marga Kabupaten Garut, Ir H. Eded Komara Nugraha, M.Si menyatakan, kegiatan rehabilitasi lintasan ruas badan jalan Cisurupan hingga lapangan parkir kawah Gunungapi Papandayan, memiliki nilai “Multiplier Effect”.

Bantu Memerlancar Mobilitas Penduduk Setempat.
Bantu Memerlancar Mobilitas Penduduk Setempat.

Lantaran, selain bisa lebih mengungkit atawa meningkatkan mobilitas transfortasi pemasaran produk pertanian penduduk sekitarnya.

Juga dapat meningkatkan mobilitas kunjungan wisatawan nusantara, dan mancanegara.

Bahkan sangat memermudah kegiatan “evakuasi”, jika terdapat aktivitas gunungapi, sebagaimana diungkapkan Kepala Badan Geologi, Dr Surono akrab disapa Mbah Rono, juga mantan Kepala “Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi” (PVMG).

Kepadatan Lapang Parkir Gunungapi Papandayan, Sabtu (25/10-2014).
Kepadatan Lapang Parkir Gunungapi Papandayan, Sabtu (25/10-2014).

Eded Komara kepada Garut News, mengingatkan pula Pemkab Garut memiliki kewajiban melakukan pengaturan, pembinaan, pembangunan, serta pengawasan antara lain pada sekitar 9,6 kilometer lintasan ruas badan jalan Cisurupan hingga pelataran parkir Gunungapi Papandayan.

Sebab sepanjang lintasan ruas badan jalan tersebut, sejak 12 Mei 1998 berstatus “jalan kabupaten”, berdasar SK Gubernur KDH TK I Jabar, bernomor 620/SK.74-PENY.PROG/98.

Tentang Penetapan Status Kelas Ruas jalan Sebagai Jalan Kabupaten/Kotamadya.

Antrian Kendaraan Menuju Lokasi Parkir Gunungapi Papandayan, Sabtu (25/10-2014).
Antrian Kendaraan Menuju Lokasi Parkir Gunungapi Papandayan, Sabtu (25/10-2014).

Sehingga status jalan kabupaten berdasar SK Gubernur ini, membentang sekitar 9,6 km dari ibukota Kecamatan Cisurupan hingga pelataran parkir Gunungapi Papandayan itu, merupakan salah satu dari 108 ruas jalan kabupaten di Garut dengan panjang total 785 ribu kilometer, tandasnya pula.

Kepala Dinas Bina Marga, mengungkapkan realisasi rehabilitasi sepanjang lintasan jalan ini pun, sesuai dengan harapan, bahkan desakan masyarakat sekitarnya selama ini.

“Alhamdullah bisa terpenuhi melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Bantuan Provinsi,” ujarnya.

Kaldera Gunungapi Papandayang Terluas Se Asia Tenggara.
Kaldera Gunungapi Papandayang Terluas Se Asia Tenggara.

Sumber lain Garut News, antara lain menyebutkan dimulainya kegiatan rehabilitasi lintasan ruas badan jalan bisa dirasakan langsung meningkatkan daya tarik, atawa menjadi “magnit” para wisatawan.

Terbukti penghasilan retribusi, atawa dari karcis yang dijual “Balai Konservasi Sumber Daya Alam” (BKSDA) mengalami peningkatan.

Sehingga para petugas BKSDA di Pos Gunungapi Papandayan kepada Garut News menyatakan, sangat mendukung, dan bersyukur adanya rehabilitasi jalan tersebut.

Dukungan serupa juga dikemukakan Kepala “Dinas Kebudayaan dan Pariwisata” (Disparbud) kabupaten setempat, Mlenik Maumeriadi.

Sepanjang lintasan ruas badan jalan tersebut, sejak 12 Mei 1998 berstatus “jalan kabupaten”, ungkap Kepala Bidang Bina Teknik pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat, Jujun Juansyah.

Ungkapan senada juga dikemukakan “Pejabat Pembuat Komitmen” (PPK) pembangunan lintasan ruas jalan Cisurupan – Papandayan, Asep Robby Nugraha.

Jujun Juansyah beserta Asep Robby Nugraha katakan, status jalan kabupaten ini berdasar SK Gubernur KDH TK I Jabar, bernomor 620/SK.74-PENY.PROG/98 tertanggal 12 Mei 1998.

Tentang Penetapan Status Kelas Ruas jalan Sebagai Jalan Kabupaten/Kotamadya.

Sehingga status jalan kabupaten berdasar SK Gubernur ini, membentang sekitar 9,6 km dari ibukota Kecamatan Cisurupan hingga pelataran parkir Gunungapi Papandayan itu, merupakan salah satu dari 108 ruas jalan kabupaten di Garut dengan panjang total 785 ribu kilometer, tandas mereka mengingatkan.

Karena itu, pembangunan atawa kegiatan rehabilitasi saat ini dilakukan, selain berdasar status jalan kabupaten.

Juga sesuai dengan desakan tuntutan masyarakat Cisurupan selama ini, sangat mendambakan kondisi ruas badan jalan yang bagus, atawa memadai.

Sebab bisa menunjang kelancaran mobilitas perekonomian masyarakat sekitarnya, meningkatkan kualitas akses transfortasi industri pariwisata.

Bahkan sangat menunjang kelancaran lintasan kegiatan evakuasi, jika Gunungapi Papandayan statusnya meningkat dari aktif normal menjadi “waspada, siaga dan awas”.

Maka kegiatan perbaikan atawa rehabilitasi saat ini, ungkap PPK Asep Robby Nugraha, terdiri sepanjang 2,25 km berkonstruksi hotmix dengan nilai kontrak Rp1.299.155.000 bersumber “Dana Alokasi Khusus” (DAK) 2014, dikerjakan CV. Siliwangi berlangsung selama 90 hari kalender.

Kemudian perbaikan jalan berkonstruksi “lapisan penetrasi” (lapen) sepanjang 2,8 kilometer, dikerjakan CV Nur Ilham juga berlangsung selama 90 hari kalender bernilai kontrak Rp1.815.221.000 bersumber Bantuan Provinsi 2014.

Sepanjang dua kilometer di antaranya tuntas dikerjakan.

Termasuk juga di antaranya dikerjakan, sepanjang satu kilometer lebih berkonstruksi betonisasi, terutama pada lintasan tanjakan tajam.

Karena itu, total kegiatan pembangunan perbaikan atawa rehabilitasi jalan tersebut, total panjangnya sejauh 5,05 km.

Demikian antara lain dikemukakan Jujun Juansyah, serta Asep Robby Nugraha.

******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here