Kaum Waria Kian Merebak-marak Menjajal Lintasan Perkotaan

by

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 16/01 – 2016 ).

Bergegas Menjadi Pemusik Jalanan.
Bergegas Menjadi Pemusik Jalanan.

Foto berita akhir pekan ini, Sabtu (16/01-2016). Garut News memotret kian merebak-maraknya kaum waria menjajal nyaris pada setiap lintasan sudut perkotaan.

Mereka antara lain berpenampilan sangat “menor” dengan berbekalkan piranti musik seadanya.

Setiap titik lokasi keramaian, termasuk wahana perbelanjaan juga sentra-sentra kuliner. Menjadi incaran mereka untuk mengamen.

Sedangkan respon yang mereka datangi juga beragam, ada yang malahan “nyinyir” kemudian langsung memberi uang recehan agar pengamen tersebut cepat hengkang, jauh sebelum musikus jalanan itu menyanyi.

Cuek Meski Kerap Disoraki Penduduk Perkotaan.
Cuek Meski Kerap Disoraki Penduduk Perkotaan.

Tetapi, terdapat pula yang justru minta dinyanyikan beberapa nomor lagu. Meski dipastikan vokal dengan tangga nadanya tak nyambung-nyambung.

Kalangan waria ini pun, tak peduli melintasi setiap pusat keramaian meski kerap disoraki penduduk kota. 

“Temuan Terbaru Dua Kasus HIV/AIDS Garut Dari Populasi LSL”

Sebelumnya Garut News juga melaporkan, pada penghujung tahun atawa selama rentang waktu hingga Desember 2015 lalu, terdapat temuan terbaru dua kasus HIV/AIDS di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Kedua lelaki berusia produktif dari populasi “Laki Seks Laki” (LSL) tersebut, masing-masing berdomisili di wilayah Kecamatan Cikajang diketahui terinfeksi AIDS, kemudian yang bermukim di Bayongbong terinfeksi HIV. Sehingga total kasus itu di kabupaten ini menjadi 437 HIV/AIDS.

Direktur Eksekutif “Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia” (PKBI) kabupaten setempat, Denden Supresiana katakan, dari total 437 kasus tersebut, tersebar pada 29 dari 42 wilayah kecamatan di kabupaten nya.

Lintasi
Lintasi Nyaris Setiap Sudut Perkotaan.

Mereka terdiri 129 terinfeksi HIV, 308 AIDS, 163 meninggal dunia lantaran kasus itu. Sedangkan yang terafi ARV 227.

Dari 308 terinfeksi AIDS meliputi 201 laki-laki dan 107 perempuan, disusul 129 terinfeksi HIV masing-masing 86 laki-laki serta 43 perempuan, ungkapnya kepada Garut News.

Dikemukakan pula, mereka terdiri kelompok umur kurang satu tahun hingga 60 tahun lebih, dengan faktor resiko SLL 26 kasus, waria 14 kasus, Wanita Pekerja Seks/WPS ada dua kasus, IDU’s/Penasun 184 kasus, HRM (Pria Resti) 56 kasus.

Disusul Pasangan Resti terdiri perempuan 129 kasus, dan laki-laki enam kasus, perinatal/anak 15 kasus, serta yang tak terindentifikasi terdapat lima kasus.

“Perilaku Sehat Cegah HIV/AIDS”

Terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota ada 146 kasus meliputi 111 terinfeksi AIDS, dan 35 kasus HIV, beber Denden Supresiana ketika didesak pertanyaan Garut News.

Tingkatkanlah.... Kualitas Perilaku Hidup Sehat....!
Tingkatkanlah…. Kualitas Perilaku Hidup Sehat….!

Dikatakan, fenomena gunung es ini berdasar estimasi Kemenkes RI pada 2015 bisa terdapat temuan 978 kasus terinfeksi HIV/AIDS, antara lain terkait ragam analisa perkembangan gaya hidup, maraknya daerah tujuan wisata, serta tingginya mobilitas penduduk.

Sehingga PKBI Kabupaten Garut pada 2016 ini, di antaranya memprioritaskan penyelenggaraan program desiminasi informasi yang benar dan tepat mengenai HIV/AIDS.

Agar pelbagai elemen dan komponen masyarakat bisa memahami dengan benar, dan tepat mengenai HIV/AIDS sehingga bersedia melakukan pemeriksaan dini.

Maka pada gilirannya stigma, dan diskiminasi bisa menghilang dengan sendirinya, imbuhnya pula, menyerukan.

Diperoleh informasi, populasi LSL di Garut mencapai 10.000 an termasuk Gay.

*******