Kaulinan Barudak di Pilemburan Bernuansakan Kearifan Lokal

0
20 views
Anak Pangeureunan Limbangan Garut, Jawa Barat.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 29/07 – 2017 ).

Anak Pangeureunan Limbangan Garut, Jawa Barat.
Anak Pangeureunan Limbangan Garut, Jawa Barat.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (29/07-2017), Memotret dinamika anak anak di Desa Pangeureunan pada wilayah Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat, Kamis (15/05–2014) silam.

Mereka hidup apa adanya, tetap bersahaja di tengah kesunyian keterpencilan “lembur” (lokasi pemukiman penduduknya). Namun masa kanak – kanak tersebut, tetap bisa mereka dijalani dengan bahagia bahkan ceria.

Meluncur Pada Lintasan Jalan Pilemburan.
Meluncur Pada Lintasan Jalan Pilemburan.

Sehingga jenis mainan anak-anak itu pun, selama ini dikenal dengan sebutan “kaulinan barudak di pilemburan”, berupa ragam jenis mainan yang sangat sederhana pula. 

“Tetapi bernuansakan kearifan lokal masyarakat setempat, yang bernilai adi luhung”

Apabila dibandingkan dengan jenis mainan rekan sebayanya di kawasan perkotaan, yang kini kian terbius keasyikan berselancar di dunia maya, bahkan semakin terbelenggu ketergantungan mereka terhadap gadget.

Lembur Pangeureunan.
Lembur Pangeureunan.

Sedangkan jenis mainan atau kaulinan barudak atau anak-anak di ‘pilemburan’, yang disiapkannya oleh orangtua mereka.

Antara lain berupa jenis mainan sepeda motor serta mobil-mobilan terbuat dari kayu dan bambu.

Seperti penduduk di Desa Pangeureunan, Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Yang berbatasan dengan Kabupaten Sumedang, yang dilintasi ruas badan jalan desa sarat tikungan tajam, juga tanjakan curam.

Sapintrong Menunggu Bunyi Bel Sekolah di SDN Sukajaya Panawuan.
Sapintrong Menunggu Bunyi Bel Sekolah di SDN Sukajaya Panawuan.

“Namun dengan jenis mainan ini, anak-anak desa terampil mengemudikannya”

Bahkan pula bisa mendadak-sontak menghentikan kendaraan mereka naiki.,

Demikian pula mereka terampil berbelok pada tikungan tajam.

Meski sama sekali tak dilengkapi rem cakram, melainkan langsung kaki menginjak putaran roda ban.

Beda jauh dengan mainan putra para pejabat, atawa anak pengusaha di perkotaan, maupun anak-anak para penguasa di Negeri Bernama Indonesia.

Gelar Budaya di Wilayah Pascabencana.
Gelar Budaya di Wilayah Pascabencana.
Balap Mobil Pada Gelar Budaya di Wilayah Pasca Bencana.
Balap Mobil Pada Gelar Budaya di Wilayah Pasca Bencana.

Sarana maupun jenis kaulinan barudak, antara lain dipastikan anak-anak bisa langsung bersosialisasi dengan lingkungan sosial budayanya masing-masing.

Malahan mereka pun senantiasa kerap bergerak berinteraksi antar sesamanya, sehingga terjalin keharmonisan bergaul dengan dimilikinya empati serta kepedulian sosial.

 

 

*******