Kasus Kebakaran Garut Didominasi Akibat Hubungan Arus Pendek

0
141 views
Berupaya Padamkan Kobaran Api.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News 9 Sabtu, 09/09 – 2017 ).

Berupaya Padamkan Sisa Kobaran Api.

Meski ada penurunan dibandingkan 2016 lalu yang mencapai 126 kasus kebakaran namun sejak Januari hingga Per 9 September 2017, di Kabupaten Garut terjadi 56 kasus kebakaran dengan kerugian material mencapai sekitar Rp24 miliar. Tak termasuk kasus kebakaran hutan Gunung Guntur.

“Mudah-mudahan saja jumlah kasus kebakaran ini ke depan terus berkurang, bahkan kalau bisa, ya jangan sampai terjadi,” imbuh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Ajie Sukarmaji didampingi Sekretaris Satria Budi, Sabtu (09/09-2017).

Menurut Ajie, penyebab kejadian kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan di Garut tersebut, didominasi konsleting atau arus pendek listrik, disusul akibat kelalaian manusia, seperti lupa memadamkan api tungku, atau kebocoran regulator dan selang gas elpiji.

Sedangkan jenis bangunan terbakar kebanyakan bangunan rumah penduduk. Terdapat pula 58 unit kios Pasar Pameungpeuk, serta dua unit kios Pasar Cibatu. Juga, kebakaran pabrik, dan lahan gambut di sejumlah tempat.

“Alhamdulillah dari sekian kasus kebakaran ini tidak ada korban jiwa,” kata Ajie.

Mengantisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya gencar melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Sampai saat ini, sosialisasi dilakukan setidaknya meliputi 11 dari 42 kecamatan di Garut.

Pada sosialisasi itu disertakan unsur Forum Pimpinan Kecamatan termasuk Babinkamtibmas dan Babinsa. Diharapkan dengan, masyarakat bisa melakukan sendiri pencegahan dini terhadap potensi terjadinya kebakaran di masing-masing daerahnya.

Sosialisasi dan pengenalan pencegahan kebakaran juga dilakukan melalui kegiatan Pameran.

Dikemukakan, dengan wilayah kerja yang luas, pihaknya masih menemui sejumlah kendala maupun kekurangan dalam upaya memaksimalkan kelancaran pelaksanaan tugas. Baik menyangkut ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) terutama jumlah pasukan pemadam kebakaran, maupun kebutuhan unit kendaraan damkar.

Untuk ditempatkan di kantor dinas maupun Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kecamatan Balubur Limbangan, Bungbulang, dan Kecamatan Pameungpeuk.

Saat ini, jumlah pasukan damkar 56 personil. Sedangkan kendaraan damkar yang berfungsi baik hanya ada empat unit.

Sebanyak tiga unit kendaraan damkar hibah bantuan Jepang pun ternyata hanya bisa dioperasionalkan jika lokasi kebakaran dekat dengan sumber air, atau tersedia hidran air. Untuk menjangkau daerah yang sumber airnya sulit diperoleh, mesti ada bantuan mobil tanki.

“Makanya untuk pengoperasian unit kendaraan damkar hibah Jepang ini, kita usulkan pengadaan mobil tanki air di 2018. Juga pengadaan dua unit damkar,” ujar Ajie.

*******

(NZ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here