Karier Kurir Narkoba Internasional Dikandaskan di Indonesia

Jakarta, Garut News ( Sabtu, 24/01 – 2014 ).

Ilustrasi. Jajaran BNNK Garut Selenggarakan Aksi Kenersihan Tanpa Penyalahguna Narkoba. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Jajaran BNNK Garut Selenggarakan Aksi Kebersihan Tanpa Penyalahguna Narkoba. (Foto: John Doddy Hidayat).

Karier kurir Narkoba Internasional, YR(42) WN Cina, dikandaskan di Indonesia setelah tujuh kali berhasil lolos mengantar sabu ke pelbagai negara (Thailand, Bangladesh, Tanzania, Kenya, India).

Sebanyak 2.108 gram sabu menjadi barang bukti penyelundupan Narkoba dari Guangzhou, Cina ke Indonesia dimusnahkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Jum’at (24/01-2014).

Jumlah barang buktiberhasil disita dari kedua kasus inisebanyak 18.496,4 gram.

Dari jumlah barang bukti tersebut, petugas menyisihkan 46 gram sabu keperluan laboratorium, sehingga barang bukti sabu dimusnahkan 18.450,4 gram.

Bekerja sama Bea dan Cukai, BNN berhasil mengamankan W(41), WN Indonesia terlibat jaringan sindikat Narkoba Internasional, dengan total barang bukti 16.316,4 gram sabu, pada 28 Desember 2013 lalu.

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Pria kesehariannya sales pabrik percetakan di Jakarta ini, nekat menjadi sindikat narkoba, berupah Rp20 juta.

Ia ditangkap usai mengambil paket kiriman dari China berisi narkoba di kawasan Tambora, Jakarta.

Keterlibatan W pada jaringan ini berawal perkenalannya dengan AN (WN China) melalui telepon pada Juli 2013 lalu.

W menerima kabar dari AN (sedang berada di Kamboja) dikirim sebuah paket berisi filter air dari Guangzhou-China melalui Perusahaan Jasa Titipan, pada 21 Oktober 2013.

Kiriman paket serupa berulang pada 29 November, 9 Desember, 26 Desember, dan 27 Desember 2013.

W diamankan petugas pada 28 Desember 2013 saat hendak mengambil paket terakhir.

Dari tangan W, total barang bukti berhasil diamankan petugas seberat 10.211,7 gram sabu.

Setelah dilakukan pemeriksaan, W mengaku sebelumnya mengambil 12 paket, dan menyerahkannya pada X dan AW di Apartemen Pesona Bahari.

Petugas melakukan pengejaran, namun tak berhasil mengamankan tersangka.

Tetapi petugas BNN berhasil menyita barang bukti sabu seberat 6.104,7 gram disembunyikan di dalam tabung besi berulir.

Selanjutnya, petugas BNN tetap melakukan pengembangan kasus ini.

Kasus lain berhasil diungkap penyelundupan 2.180 gram sabu asal Guangzhou, Cina, dilakukan seorang perempuan berkewarganegaraan Cina berinisial YR (42), Sabtu (04/01-2014) pukul 21.00 WIB.

Bermodus menyembunyikan sabu dibalik dinding koper berisi beberapa potong pakaian, dan enam pasang sepatu, YR sehari-harinya pedagang pakaian di Cina ini diamankan petugas saat melewati mesin X-Ray di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (040/1-2014).

Ia mengaku diperintah seorang pria berkewarganegaraan Nigeria berinisial AZ (DPO) juga pedagang pakaian di Cina.

Atas perintah AZ, setibanya di Indonesia, YR rencananya menginap di sebuah hotel di bilangan Jakarta namun belum mengetahui koper berisi sabu tersebut diberikan pada siapa.

Petugas kemudian melakukan controlled delivery, tetapi tak membuahkan hasil.

Dari hasil pemeriksaan diketahui aksi penyelundupan bermodus serupa ini dilakukan YR sebanyak tujuh kali ke pelbagai negara (Thailand, Bangladesh, Tanzania, Kenya, India), dan aksi kedelapan kudu berakhir di Indonesia.

Setelah berhasil mengirim paket-paket sabu ke negara tujuan, YR sebelumnya dibekali uang 3000 Dollar Amerika pada setiap perjalanan ini biasanya mendapat upah tambahan berkisar 6000 hingga 8000 China Yuan Renminbi (CNY) sesampainya kembali di Cina.

Atas perbuatannya ini, tersangkaterancam Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1), Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati.

Demikian dikemukakan Kepala BNN, Dr Anang Iskandar melalui Kabag Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada garut News, Sabtu, 24/01-2014).

******* John.

Related posts