Karier Guru 12 Tahun Kandas Lantaran Narkoba

Jakarta, Garut News ( Selasa, 04/02 2014 ).

Proses Pemusnahan. (Foto: Humas/Dokumentasi BNN).
Proses Pemusnahan. (Foto: Humas/Dokumentasi BNN).
Kandaslah karir TJM(35), bekerja selama 12 tahun di Indonesia sebagai guru pada salah satu sekolah internasional ternama di Jakarta.

Lelaki Kanada ini terpaksa diamankan petugas bersama kekasihnya, LA(22), mempertanggungjawabkan perbuatan mereka atas kepemilikan 98 butir ekstasi asal Belanda.

Barang bukti lain berhasil disita petugas 1.564,3 gram heroin, dan 942,2 gram sabu.

Kedua barang terlarang itu diamankan dari tangan sindikat internasional melibatkan pria asal Pakistan berinisial SUK Als Um.

Dua Tersangka Saksikan Pemusnahan. (Foto: Humas/Dokumentasi BNN).
Dua Tersangka Saksikan Pemusnahan. (Foto: Humas/Dokumentasi BNN).
Kasus ini juga menyeret pria WN Indonesia berinisial TR dan rekan wanitanya, SA, mantan mucikari beralih profesi menjadi kurir Narkoba.

Sesuai ketentuan berlaku, Selasa (04/02-2014), BNN melakukan pemusnahan seluruh barang bukti, menyisihkan 2,5 gram sabu, 10 gram heroin dan 10 butir ekstasi guna kepentingan uji Lab dan pembuktian perkara di persidangan.

Sehingga total barang bukti dimusnahkan 939,7 gram sabu, 1.554,3 gram heroin dan 88 butir ekstasi.

BNN mengamankan TJM(35) pada sebuah apartemen di kawasan Jl. Raya Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (17/01-2014).

TJM ditangkap lantaran tertangkap memiliki, dan menerima paket kiriman Belanda berisi 98 butir (33,56 gram) narkotika jenis ekstasi berlogo superman.

Berawal kecurigaan Kantor Pos Pasar Baru terhadap sebuah paket atas nama pengirim Mallisa Yansen ditujukan pada TJM.

Setelah dilakukan pemeriksaan menggunakan x-ray, petugas meyakini paket tersebut berisi narkotika.

Bekerjasaama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Pasar Baru, pengembangan pun dilakukan.

Petugas berhasil mengamankan TJM di kediamanya saat ia mengambil paket tersebut dari kotak surat apartemennya.

Penggeledahan dilakukan di kamar milik TJM, dan berhasil menemukan barang bukti lain berupa ganja seberat 2,3 gram.

Saat petugas memeriksa TJM, kekasihnya, LA, menanyakan paket kiriman tersebut melalui telpon.

Petugas melakukan pengembangan, dan meminta TJM menemui LA.

Kemudian petugas mengamankan LA di sebuah rumah sakit swasta di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, dan melakukan pemeriksaan di kamar kos miliknya di kawasan Setia Budi, kuningan – Jakarta Selatan.

Di kamar kos tersebut petugas berhasil menemukan 5,57 gram ganja milik LA.

Kemudian petugas membawa kedua tersangka, dan seluruh barang bukti dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya sepasang kekasih ini terancam pasal 114 ayat (2), pasal 113 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1), pasal 112 ayat (2), pasal 111 ayat (1) Undang-undang No. 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati, atau pidana penjara seumur hidup.

Kasus lain berhasil diungkap, terbongkarnya jaringan Narkoba internasional asal Pakistan.

Um diamankan petugas di Hotel Neo pada kawasan Mangga Dua Jakarta.

Berawal tertangkapnya TR diperintah RLS(43) alias SA mengambil sebuah tas berisi 1.564,3 gram heroin, dan sabu seberat 942,2 gram.

TR mengambil tas tersebut dari tangan UM di pelataran Hotel Novote, Mangga Dua, Jakarta, Rabu (08/01-2014).

Kemudian TR membawa tas tersebut ke rumahnya di Kecamatan Beji, Kota Depok.

Disanalah keesokan harinya petugas berhasil mengamankan TR.

Pengembangan dilakukan, mengamankan SA di rumahnya di kawasan perumahan Cinere.

SA mengaku berkecimpung dalam jaringan narkoba ini sejak Oktober 2013.

Dari setiap transaksi, SA mengaku mendapatkan upah sekitar Rp1 juta, dan membaginya bersama TR.

Sebelum menjalankan peran sebagai perantara peredaran narkoba, SA berprofesi sebagai pengantar wanita-wanita nakal pada para hidung belang kebanyakan pria asing.

Ia juga mengaku sering menjadi penerjemah memerlancar transaksi tersebut.

Seluruh tersangka terancam pasal 114 Jo Pasal 132 ayat (1), Subsider Pasal 112 ayat (2) Jo pasal 132 ayat (1), lebih subsider pasal 137 huruf (a) dan huruf (b) dengan hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup, sesuai dengan Undnag-undang No. 35/2009 tentang Narkotika.

Demikian dikemukakan Kepala BNN, Dr Anang Iskandar melalui Kepala Bagian Humas dan Dokumentasi BNN, Kombes Sumirat Dwiyanto dari Jakarta kepada Garut News, Selasa (04/02-2014).

****** John.

Related posts