Kapasitas Sejumlah Sumur Bor PDAM Kian Menyusut

by

Garut News ( Sabtu, 27/09 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Kapasitas debit air pada sejumlah sumur bor atawa sumur dalam selama ini menjadi andalan sumber PDAM Tirta Intan di Kabupaten Garut, Jawa Barat,semakin terus menyusut dari tahun ke tahun.

Padahal sangat diperlukan sebagai pemasok air bersih kepada para pelanggan.

Sekarang, rata-rata debit air pada sumur-sumur bor milik PDAM tersebut hanya menyisakan 25 % dari kondisi semula dioperasikan.

Direktur PDAM Doni Suryadi katakan, kondisi tersebut terjadi lebih dikarenakan faktor alamiah lantaran terbatasnya cadangan air tersedia.

Kebanyakan sumber air sumur dalam di Garut tak berupa aliran sungai bawah tanah sediaan airnya banyak dipengaruhi kondisi daerah resapan air di arah hulu, melainkan cekungan atawa kolam bawah tanah yang stagnan.

Sehingga curah hujan tinggi pada musim hujan maupun kondisi tanpa hujan pada musim kemarau tak memengaruhi jumlah sediaan air sumur dalam.

“Maka ketika air sumur bor dipompa keluar terus menerus, debit air sumbernya jelas terus berkurang. Seperti sumber air di sumur bor di Ciasem Karangpawitan berdebit air semula sekitar 10 liter per detik, kini hanya tinggal sekitar 2,5 liter per detik,” katanya, Jum’at (26/09-2014).

Minimnya debit air pada sumur dalam, ungkap dia, jelas tak menguntungkan dari sisi bisnis PDAM. Bahkan pemenuhan pasokan air terhadap pelanggan pun takkan lancar seperti diharapkan.

Karena itu, belakangan muncul larangan dari Pemerintah Pusat agar PDAM tak lagi membuat sumur dalam.

Pada sejumlah daerah kabupaten/kota, sumur dalam semula menjadi sumber pasokan air PDAM ditutup.

Namun di Garut belum ada satu pun sumur dalam PDAM ditutup. Seluruhnya masih dioperasikan meski debitnya berkurang hingga sekitar 25 % lagi.

Sumur-sumur bor itu antara lain terdapat di Banyuresmi (1 buah), Cisurupan (2 buah), Cempaka (2 buah), Karangpawitan (2 buah), dan Cikajang (1 buah).

“Sumur bor di daerah Karangpawitan kemungkinan ditutup jika instalasi pengolahan air bersih pada mata air Cibolerang berdebit air sekitar 200 liter per detik ini dioperasikan. Tetapi mata air Cibolerang baru tahap pembebasan lahan direncanakan dimulai 2015, dan pada 2016 diusulkan pembangunannya ke Dirjen Ciptakarya,” kata Doni pula.

Terkait pelarangan membuat sumur dalam, ujarnya, alternatif sumber air bersih PDAM Garut selanjutnya terfokus pada mata air, serta pengolahan air sungai.

“Jangka panjang, mulai 2020, kita berharap sumber air bersih PDAM diarahkan pada pengolahan air permukaan atau air sungai, khususnya sungai Cimanuk,” katanya.

*******

Noel, Jdh.