Kapan Anda Mati? Ilmuwan Temukan Cara Memprediksinya

by

Garut News ( Ahad, 09/09 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Ilmuwan menemukan empat molekul bisa memberi petunjuk tentang kematian.

Ke depan, kematian bisa diprediksi dengan tes darah, sederhana.

Empat molekul itu, ditemukan tim ilmuwan asal Estonia dan Finlandia dipimpin Krista Fischer dari Estonian Genome Center, University of Tartu.

Tim awalnya menganalisis ratusan molekul di dalam darah 9.842 orang Estonia, dan memantau kondisi kesehatannya.

Sejumlah 508 orang yang darahnya dianalisis meninggal lima tahun kemudian.

Ilmuwan kemudian mencoba melihat kaitan antara molekul dianalisis dengan kematian pada waktu singkat setelah analisis itu.

Mereka kemudian menemukan, kematian itu terkait empat molekul, yaitu plasma albumin, alpha-1-acid glycoprotein, lipoprotein berdensitas rendah, dan sitrat.

Bukan keberadaan molekul itu, berkaitan langsung kematian, melainkan jumlahnya yang ada di bawah atawa di atas ambang batas.

Plasma albumin, misalnya, normal terdapat di dalam darah.

Namun, dalam jumlah di luar batas normal, molekul itu bisa menjadi petunjuk tentang risiko kematian.

Setelah di Estionia, penelitian kemudian dilakukan kembali di Finlandia, mengambil sampel 7.503 orang.

Dari sejumlah sampel, 176 di antaranya mati setelah lima tahun pemantauan kesehatan.

Peneliti kembali menemukan kaitan antara empat molekul disebut dengan kematian itu.

“Yang menarik, biomarker ini merefleksikan risiko sekarat/mati akibat beragam penyakit mulai jantung hingga kanker,” kata Johannes Kettunen dari University of Helsinki juga terlibat riset.

“Molekul-molekul itu tampaknya tanda dari keringkihan umum dalam tubuh,” imbuhnya seperti dikutif situs IFLScience.com, Rabu (05/03-2014).

Peneliti menyatakan, riset dilakukan tak memerhitungkan apakah orang diambil darahnya sehat atawa punya obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol, serta tak memedulikan faktor usia dan kebiasaan minum dan merokok.


Penulis : Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo/Kompas.com