KAMMI Garut : Merdeka Jika Kewajiban dan Hak Sejajar.

0
22 views
Pada Usia ke-206 Garut, Rumah Penduduk Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Selalu Kebanjiran Setiap Diguyur Hujan Deras.
Pada Usia ke-206 Garut, Rumah Penduduk Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Selalu Kebanjiran Setiap Diguyur Hujan Deras.

“Perlu Merefleksi Hari Jadi ke-206 Garut”

Garut News ( Selasa, 18/02 – 2019 ).

‘KAMMI’ Garut menyatakan Bupati dan jajarannnya beserta DPRD, dinilai gagal memimpin kabupaten ini. Garut belum merdeka. Menurut Riana Abdul Azis
Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Garut, pada usianya menginjak 206 tahun, ternyata belum merdeka. Lantaran ungkapnya, daerah disebut merdeka jika kewajiban dan hak sudah sejajar.

Kenyataan pahit ini, berbanding terbalik dengan potensi kekayaan bumi Garut antara lain tambang emas, besi, pariwisata, gas, dan laut, ucapnya. Hingga kini masih banyak masyarakat belum terserap dunia industri atau pabrik. Bahkan, sepengetahuan dia, penderita gizi buruk masih banyak ditemui.

Luapan Air Comberan Meluber Hingga Ke Seluruh Sudut Dalam Rumah.

“Lihat saja rumah sakit masih banyak menolak pasien dengan beberapa alasan, dan tebang pilih antar yang menggunakan BPJS dan yang kaya secara materi, Bupati dan jajarannya harus memerbaiki kinerja, untuk menyejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Pada Hari Jadi tahun ini Riana Abdul Azis Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia Daerah Garut katakan, memang banyak yang dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat untuk kemajuan daerah.

Berkondisi Sangat Memilukan.

Namun masih bayak juga janji janji Bupati sebelumya yang masih belum di laksanakan, terkhusus untuk kesehjatraan masyarakat Garut.

Menurut Riana Abdul Azis, kini masih ada waktu dan kesempatan untuk terus meningkatkan perilaku masyarakat dengan kesejahteraan warga, sesuai visi dan misi Kabupaten Garut di awal Masa kerja periode ke – 2 ini, memiliki PR yang kompleks terhadap pengangguran yang masih banyak , pemerataan infrastruktur yg tebang pilih seperti pasar Samarang Wanaraja.

Semarak Kemeriahan Hari Jadi ke-206 Garut.

Serta Perayaan hari jadi Garut adalah milik masyarakat bukan org tertentu jangan sampai masyarakat berucap……

“Nu ulang tahun saha…nu dihiburna saha..eta make duitna oge duit saha mereuun” Garut OH Garut..

.. TANDANG MAKALANG DI HARI JADI GARUT, COBALAH SEDIKIT KAMU PANDANG, BUAT BUPATI KUSAYANG.. PENGANGGURAN MAKIN HARIWANG, CARI KERJA HARUS ADA UANG.. PADAHAL PABRIK NGAJEJER PANJANG.. BUPATI KUSAYANG,, SEMOGA MENDENGAR DAN ADA TITIK TERANG..”

Pesta tahunan Garut, Hari Jadi ke-206 Garut (HJG) ke-206 dirayakan dengan sangat luar biasa tetapi saya selaku ketua pemuda muhammadiyah kabupaten Garut menginginkan perayaan ini tak hanya sebatas perayaan ria-ria belaka tetapi harus ada refleksi dan evaluasi bagaimana membangun Garut ke depan sehingga substansi dari perayaan HJG Ke-206 menjadi lebih berguna dan bermaslahat dalam perayaannya.

Sedangkan fokus program yang harus ditingkatkan Pemkab hari ini, meliputi bidang Kependudukan, Kesehatan, Pendidikan, Ketenagakerjaan, Taraf dan Pola Konsumsi, Perumahan, dan Sosial.

Masih banyak dan ada Pekerjaan Rumah harus mendapatkan perhatian cepat seperti penanganan pelayanan KTP sangat lama, perbaikan jalan2 berlubang kurang cepat dalam perawatannya, mengurai kemacetan jalan di area pusat kota sepanjang Jalan Ahmad Yani membutuhkan ide gagasan cemerlang menyelesaikannya.

Menata tata kelola kota dulu sebelum ke desa-desa. Dan masih banyak lagi ketika berbicara dari bentuk pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, belum lagi pembangunan SDM di Kabupaten Garut belum menyeluruh dari mulai memperhatikan OKP-OKP, sampai pemuda2 tingkat desa atau kelurahan.

Ini semua menjadikan salah satu pointer dari pada pointer2 pembangunan di Kabupaten Garut ini. Semoga dengan perayaan yang luar biasa, menjadikan Pemkab Garut lebih termotivasi memeriahkan pembangunan di segala lini. Dan tentu nya semua pihak akan siap diajak bekerjasama demi pembangunan di Kabupaten Garut ini dan merupakan sebuah kunci demi terwujudnya pembangunan yang signifikan apabila semua yang berkompeten di bidangnya ikut terlibat demi Garut yang berkemajuan dan bergembira.

Peringan Hari jadi Garut  merupakan mementum intropeksi dan mawas diri untuk refleksi evalausi seajauh mana kesejahteraan masyarakat bisa terwujud, yang seharusnya lebih mapan mampu berdaya saing dengan daerah daerah lain terkait masalah pendidikan , ekonomi dan pelayanan kesehatan .

Berkaitan dengan hal tersebut penyelarasan pembanganun dan rencana yang dibuat pemerintah khususnya RPJMD 2019 sd 2024 harus terukur agar kesinambungan perencanaan, pelaksanaan pertanggung jababan dan evaluasi program sesuai dengan kondisi dan aspirasi masyarakat.

Agar pembangunan menjadi solusi persoalan pelsoalan rakyat, sulitnya lapangan kerja, pemerataan kesejahteran, pendidikan dan daya beli haruslah menjadi skala prioritas pembangunan, juga politik anggara dan stuktur penggunaan ADBD harus menghasilkan kesejahetraan.

********

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here