Kalangan Pelajar SMP Garut Peroleh Nilai Kejuangan/Kepahlawanan

by
Dadang Buchori (paling kiri) Bersama Iman Sukiman Bimbing Murid SMP di TMP Tenjolaya.

Garut News ( Rabu, 15/11 – 2017 ).

Dadang Buchori (paling kiri), Bersama Iman Sukiman Bimbing Murid SMP di TMP Tenjolaya.

********** Kalangan pelajar SMP di Garut, Jawa Barat, memeroleh nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan, sehingga ke depan mereka diharapkan memiliki jiwa patriotisme, tangguh dan rela berkorban memerjuangkan kejayaan bangsa dalam bingkai NKRI.

Berjajar Makam Komarudin, Usman, serta Makam Abubakar.

********* Karena itu, 180 murid SMPN 1 dan SMPN 2 Garut diikutsertakan pada pelaksanaan program fasilitasi nilai-nilai keperintisan, dan kepahlawanan di lingkungan “Taman Makam Pahlawan” (TMP) Tenjolaya, ungkapĀ Kepala Bidang Pembinaan Sosial pada Dinsos kabupaten setempat, Dadang Buchori, S.Sos, Rabu (15/11-2017).

Maka selain mereka mendapatkan proses pembelajaran mengenai perjuangan Bangsa Indonesia mewujudkan serta memertahankan Kemerdekaan RI, juga diselenggarakan praktek lapangan.

Salah satu dari Sekitar 200 Makam Tak Dikenal, yang Berisikan Enam Jasad Pejuang NKRI.

********** Penyajian materi pembelajaran ini, masing-masing disajikan oleh kalangan guru IPS SMP, Pengelola TMP, serta Kepala Dinas Sosial setempat, Hj. Elka Nurhakimah, SH, M.Si.

Di antaranya penyelenggaraan kegiatan dengan bimbingan pemandu dari Dinsos, Iman Sukiman dibawa serta meninjau langsung 819 makam.

Termasuk dua makam baru yang dinilai sangat layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan tersebut.

Dijelaskan pula, tiga makam pejuang pembela RI yang gugur dieksekusi soldadu Belanda pada 10 Agustus 1949 di sebelah pekuburan Kerkhof.

Proses Penyajian Materi Peningkatan Fasilitasi Nilai-Nilai Keperintisan, dan Kepahlawanan.

********** Ketiga penjuang itu, terdiri Komarudin akhli bahan peledak asal Korea dengan nama asli Yan Chilsang alias Tanagawa, kemudianĀ  dua pejuang RI akhli strategi Usman asal Jepang dengan nama asli Oki, serta Abubakar juga asal Jepang dengan nama asli Hasegawa.

Ketiganya dengan ikhlas menjadi pemeluk Islam, yang dimuslimkan oleh Rd. Achmad Jayadiwangsa maupun Pangeran Papak, sedangkan ketiga pejuang yang gugur dieksekusi tersebut semula dimakamkan di seputar lokasi Pasir Pogor.

Kepada 180 murid SMP itu pun, dijelaskan pula keberadaan sekitar 200 makam di TMP yang tak dikenal. Termasuk terdapatnya satu makam tempat mengebumikan delapan pejuang berupa bagian bagian jasadnya yang semula terpisah akibat gugur di medan pertempuran melawan tentara musuh penjajah RI.

Jajaran Dinsos Garut Bimbing Kalangan Pelajar SMP.

********** Dadang Buchori katakan, kegiatan selama empat hari sejak Senin (13/11-2017) ini, meliputi empat angkatan yang setiap harinya diikuti 45 peserta berlangsung pada pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, mereka masing-masing 90 murid SMPN 1, dan SMPN 2 Garut.

Para peserta pun selain mendapatkan hidangan makanan dan minuman ringan, juga makan siang, di TMP Tenjolaya yang juga memiliki makam 43 non Muslim yang dinilai sangat layak dimakamkan di TMP tersebut.

*********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.