Kalangan Pejabat Struktural Pemkab Garut Didera Keresahan

0
24 views
Asep

“Jabatan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dibidik Banyak Peminat”

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 30/10 – 2016 ).

Asep
Asep Sulaeman Faraouq.

– Kalangan pejabat struktural dari pelbagai eselon di lingkungan Pemkab Garut kini didera kecemasan kepastian penempatan jabatannya, menjelang pengisian jabatan paskapembentukan perangkat daerah baru Pemkab setempat dampak diberlakukannya Undang-undang Nomor 23/2014 tentang Pemerintahan Daerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 18/2016 tentang Perangkat Daerah.

Mereka pun “galau”, lantaran diharuskannya setiap pejabat mengisi formulir lamaran untuk masing-masing jabatan hendak dipilih. Baik memilih tetap pada jabatannya, promosi jabatan di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sama, maupun rotasi atau promosi ke jabatan lain di luar SKPD. Disusul digelarnya Seleksi Terbuka Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas Pemkab 2016 bagi para pejabat di bawah eselon dua, berlangsung di SMAN 1 Garut, Ahad (30/10-2016).

Padahal sebelumnya, mereka beberapa kali mengikuti assesmen untuk menilai kompetensi berkaitan penempatan jabatan. Termasuk assesmen di Rancabuaya Caringin selatan Garut, dipimpin langsung Bupati Rudy Gunawan belum lama ini.

“Kita juga bingung. Kok harus isi lamaran, dan ikut seleksi lagi ? Lalu hasil assesmen yang sudah-sudah itu untuk apa ? Hanya hambur-hambur tenaga dan anggaran. Seleksi sekarang juga enggak ada jaminan bisa diterima sesuai kita ajukan. Mesti bersaing… Mending kalau jujur, dan transparan,”, ungkap seorang pejabat yang enggan disebutkan identitasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daeah (BKD) Asep Sulaeman Farouq katakan, digelarnya Seleksi Jabatan untuk Pejabat di bawah eselon dua tersebut, sesuai ketentuan yang ada. Namun dia mengakui sekarang ini, menjelang pengisian jabatan pada perangkat daerah baru, tak ada satu pun jabatan pada SKPD di lingkungan Pemkab yang aman. Semua pejabat dimungkinkan diganti atau digeser. Mulai eselon dua hingga eselon di bawahnya.

Dikemukakan, kini, seluruh pejabat mengajukan lamaran namun tak semua pelamar dipanggil ikut testing. Pelamar diikutsertakan testing jika memenuhi syarat, seperti kesesuaian kompetensi, dan lama kepangkatannya.

“Yang mendaftar tetapi kualifikasinya tak sesuai, ya jelas tak dipanggil testing. Otomatis gugur. Namun mereka yang tak testing atau tak mengajukan pindah jabatan pun belum tentu jabatannya aman. Bisa jadi dia tergeser pejabat lain yang melamar berkualifikasi berada di atasnya. Nanti kan dikompetisikan antara pejabat lama dan yang melamar,” katanya.

Dikatakan, terdapat 1.300 pelamar pejabat di bawah eselon dua. Bagi jabatan jumlah pelamarnya lebih dari satu orang, dan dinyatakan memenuhi kualifikasi, dilakukan wawancara untuk diambil paling berkompetensi.

“Kita punya waktu sepekan memeriksa jawaban peserta. Untuk wawancara, kita upayakan sistem panel untuk diambil tiga besar, dan selanjutnya didalami. Pada 1 sampai 15 Desember, hasilnya kita serahkan ke Pimpinan untuk diolah. Pokoknya untuk satu jabatan, kita serahkan tiga nama calon untuk ditentukan Pimpinan (Bupati),” kata Asep pula.

Ditanya jabatan kosong sebab tak ada peminatnya, dan pejabat lamanya melamar ke jabatan lain, dia mengatakan pengisiannya dilakukan dengan menggelar seleksi lagi, atau mengambil dari hasil seleksi. Sehingga Tim nantinya mengarahkan calon pejabatnya sesuai kecenderungannya.

Dijelaskan, jabatan eselon dua juga tak ada satu pun yang aman. Semuanya bergantung Bupati atas dasar hasil seleksi dilakukan Panitia Seleksi berdasar peraturan perundang-undangan berlaku, katanya.

“Khusus eselon dua, selain mungkin ada pengukuhan, juga ada job fit dan kompetensi. Dari 41 eselon dua yang ada, nantinya berkuang jadi 38 jabatan,” kata dia.

Ditanya tentang jabatan di lingkungan SKPD mana paling banyak peminatnya atawa paling rendah peminat, Asep menjawab belum bisa dipastikan karena datanya masih direkapitulasi. Namun secara umum, jabatan favorit pelamar antara lain di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Kepegawaian Daerah, Dinas Pekerjaan Umum, dan Sekretariat Daerah.

Sedangkan pelantikan pejabat terkait pengisian jabatan pada perangkat daerah baru Pemkab, rencananya dilaksanakan pada 28, 29, dan 30 Desember 2016.

Pada 28 Desember dilantik 38 eselon dua, dan 400 eselon tiga, kemudian pada 29 Desember dilantik 1.300 eselon empat, dan khusus pada 30 Desember dilantik para pejabat kecamatan-kecamatan.

********

(nz, jdh).