Kalangan Legislatif “Ngadat” Terhadap Kecerobohan Pemkab Garut

0
47 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 17/02 – 2016 ).

Jelang Upacara HJG, Selasa (16/02-2016).
Ilustrasi. Jelang Upacara HJG, Selasa (16/02-2016).

– Kalangan legislatif Kabupaten Garut “ngadat” bahkan bereaksi keras terhadap kecerobohan Pemkab setempat, menyusul terbitnya majalah Amazing edisi perdana khusus Hari Jadi Garut (HJG).

Media digelindingkan Bagian Humas Protokol Setda Garut, kemudian dibagikan pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD tentang Peringatan HJG ke-203 tahun di Gedung DPRD, Selasa (16/02-2016).

Lantaran, di majalah tersebut terdapat kesalahan tulisan pada lambang daerah sekaligus moto Kabupaten Garut. Pada bagian pita kelengkapan lambang daerah berupa perisai itu tertera tulisan cukup mencolok, “Tata Tengtrem Kerja Rahaja”. 

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Padahal berdasar Perda Nomor 9/1981 tentang Lambang Daerah dan Penggunaan Lambang Daerah Tingkat II Kabupaten Garut, tulisan pada pita merah dengan kedua ujung berlipat di bawah menyangga perisai lambang daerah itu berbunyi “Tata Tengtrem Kertaraharja”.

Ini kesalahan sangat fatal sebab mengubah lambang daerah. Humas Protokol Setda teledor dan harus bertanggung jawab atas kesalahan ini, tegas anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, Yusuf Safrudin Zaelani.

Lelaki yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD itu, menunjukkan kesalahan pencantuman lambang daerah tersebut tampak jelas mulai sampul depan hingga sejumlah halaman isi.

Malahan ironisnya, pada salah satu halaman mengupas tentang Lambang Daerah Garut dengan ilustrasi foto Bupati Rudy Gunawan dan Wabup Helmi Budiman berukuran cukup besar, bahkan lambang daerah terpampang justru lambang daerah salah tersebut.

Logo dan moto lambang daerah ini diperdakan pemerintah daerah, dan disetujui DPRD. Kok berani sekali mengubah moto lambang daerah? ‘Kerja Rahaja’ itu artinya apa? Beda jauh dengan ‘Kertaraharja’, ungkapnya gusar.

Ilustrasi. (Muhammad Erwin Ramadhan).
Ilustrasi. (Muhammad Erwin Ramadhan).

Ungkapan senada dikemukakan Ketua Fraksi Partai Gerindra Tatang Sumirat. Dia menyesalkan dengan kesalahan penulisan moto daerah itu.

Yusuf maupun Tatang kian prihatin karena kesalahan sama juga terlihat pada Media Internal Parlemen edisi perdana HJG ke-203 diterbitkan Sekretariat DPRD Kabupaten Garut.

Tulisan moto yang salah pada lambang daerah tampak tertera jelas pada sampul muka dan sampul belakang dilengkapi ucapan selamat berikut foto empat Pimpinan DPRD Garut dan Sekretaris DPRD Garut.

Yusuf meminta Pemkab Garut bertanggung jawab dan menarik kembali majalah berjumlah sekitar 500 eksemplar yang telanjur dibagikan kepada para tamu undangan itu.

Keduanya khawatir apabila lambang daerah yang keliru tersebut, justru dibiarkan beredar di publik bisa menjadi preseden buruk.

Apalagi kesalahan pembuatan lambang daerah itu pada era kepemimpinan Bupati Rudy Gunawan-Wabup Helmi Budiman ini bukan kali pertama terjadi.

Sebelumnya, pencantuman lambang daerah yang keliru juga sempat terjadi pada pengadaan pot-pot bunga dipasang di pelbagai tempat strategis oleh Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan.

Saat dikonfirmasi, melalui pesan singkatnya, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Garut Undang Syafrudin menyatakan permohonan maaf atas terjadinya kesalahan ini. Dia meminta permakluman karena diakuinya masih belajar, katanya.

********

(nz, jdh).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here